Balihow JAKARTA. Bursa Asia kecenderungan melemah pada perdagangan pagi ini. Jumat (17/7/2026) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 anjlok 3,19% ke 64.706,74. Berbeda, indeks Hang Seng dibuka melemah tipis 0,06% ke 25.022,54.
Selanjutnya indeks Taiex terlihat turun 3,18% menjadi 44.173,09 dan indeks ASX 200 turun 0,68% ke 8.780,6.
Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,71% ke 5.500 dan FTSE Malay KLCI melemah tipis 0,09% menjadi 1.720,57.
Sementara, pasar saham Korea Selatan tutup karena hari libur umum. Pada hari Kamis, saham SK Hynix ditutup lebih rendah 11%.
Simak Rekomendasi Saham Emiten Batubara yang Gencar Masuk ke Sektor Energi Hijau
Bursa Asia melemah dengan saham teknologi Jepang anjlok karena penurunan baru pada saham semikonduktor Amerika Serikat (AS) yang menyebar ke seluruh Asia, menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran terhadap belanja AI.
Pada sesi ini, saham SoftBank turun 8,8%, sementara pembuat peralatan chip Tokyo Electron anjlok 9% dan saham Advantest
turun 9,4%, mengikuti penurunan tajam semalam di Wall Street.
Pembuat chip memori Jepang Kioxia anjlok lebih dari 14% setelah juri federal di Texas pada hari Kamis memerintahkan perusahaan tersebut untuk membayar ganti rugi sebesar US$ 229 juta setelah ditemukan bahwa perusahaan tersebut melanggar paten Viasat terkait dengan teknologi memori komputer.
Penurunan tersebut mengikuti sesi lemah lainnya pada saham-saham teknologi AS, dengan Nasdaq Composite turun 1,47% karena saham semikonduktor berada di bawah tekanan baru.
Pelemahan terbaru ini memperpanjang pembalikan tajam pada saham-saham global yang terkait dengan AI setelah berbulan-bulan memperoleh keuntungan yang sangat besar, dengan semakin banyaknya investor yang mempertanyakan apakah valuasi yang tinggi dapat dipertahankan karena belanja infrastruktur AI terus meningkat.