PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan pendapatan sebesar Rp 1 triliun pada semester pertama 2026. Angka itu meningkat 52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tersebut ditopang ekspansi jaringan gerai yang terus berlanjut, sehingga turut mendorong pertumbuhan laba dan profitabilitas perseroan.
Sepanjang Januari-Juni 2026, EBITDA perseroan naik 65% secara tahunan menjadi Rp 216 miliar dari Rp 131 miliar pada semester I 2025. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 21,5% dari 19,7%, sementara laba bersih tumbuh 34% menjadi Rp 56,5 miliar dari Rp 42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan strategi ekspansi gerai Fore Coffee. Selama semester pertama tahun ini, perseroan membuka lebih dari 40 gerai baru, dengan lebih dari 40% di antaranya berlokasi di kota-kota tier 2 dan tier 3. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).
Hingga akhir Juni 2026, jumlah gerai aktif Fore Coffee mencapai 363 unit, meningkat dari 259 gerai pada periode yang sama tahun lalu. Bersama 10 gerai Fore Donut dan empat gerai Fore Coffee di Singapura, jaringan usaha perseroan kini telah mencakup 377 gerai yang tersebar di lebih dari 60 kota.
Manajemen menilai capaian tersebut menunjukkan ketahanan model bisnis premium affordable yang menggabungkan kekuatan merek, disiplin operasional, dan ekspansi yang konsisten. Perseroan juga terus memperluas basis pelanggan sembari menjaga peningkatan profitabilitas melalui skala ekonomi yang lebih besar.
Presiden Direktur Fore Kopi Indonesia, Vico Lomar mengatakan, performa semester pertama mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga kualitas operasional sekaligus mengoptimalkan penggunaan modal.
“Hasil kinerja kami pada 1H26 merupakan cerminan langsung dari disiplin yang kami terapkan di setiap lini operasional, mulai dari konsistensi produk hingga pengalaman pelanggan di setiap gerai,” ungkap Vico dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7).
“Kami juga menerapkan disiplin yang sama dalam alokasi modal, memastikan setiap rupiah dari dana hasil IPO dan setiap pembukaan gerai baru dijalankan dengan arah yang jelas menuju imbal hasil bagi pemegang saham,” tuturnya.
Selain memperluas bisnis kopi, perseroan juga melanjutkan pengembangan lini usaha Fore Donut. Setelah membuka dua gerai perdana pada akhir 2025, Fore Donut menambah delapan gerai baru selama semester pertama 2026, termasuk ekspansi ke Surabaya.
Merek tersebut juga memperoleh sertifikasi halal pada awal Juli 2026 dan berencana membuka gerai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta Bandung.
Perseroan menilai ekspansi tersebut akan memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat posisi Fore Coffee dan Fore Donut di segmen makanan dan minuman premium dengan harga terjangkau, seiring meningkatnya permintaan konsumen di berbagai kota di Indonesia.