Harga emas Antam diperkirakan sekitar Rp 2,43 juta – Rp 2,72 juta per gram pekan ini

  • Ipank Wima
  • Jul 20, 2026

Balihow – JAKARTA. Harga emas Antam diproyeksi bergerak fluktuatif selama sepekan ini karena dipengaruhi sentimen ekspektasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Advertisements

Mengutip situs Logam Mulia Senin (20/7/2026), harga emas Antam ada di level Rp 2.610.000 per gram, turun Rp 4.000 dari posisi sebelumnya di Rp 2.614.000 per gram. 

Analis Komoditas & Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, kebijakan bank sentral AS yang diperkirakan terus mempertahankan suku bunga karena perang AS – Iran kembali memanas. Menurut Ibrahim, bisa saja The Fed menaikkan suku bunga apabila inflasi mengalami kenaikan.

Lelang Spektrum Perkuat Prospek Emiten Telekomunikasi, Cermati Saham TLKM, ISAT, EXCL

Hal ini karena sejumlah pejabat The Fed seperti Christopher Waller, John Williams, dan Kevin Warsh yang mengatakan bahwa inflasi adalah salah satu yang menentukan bank sentral apakah akan menaikkan suku bunga atau menurunkan suku bunga. 

Advertisements

“Bank sentral AS tidak akan diintervensi oleh Presiden Trump, sehingga ada kemungkinan saat harga minyak mentah terus mengalami kenaikan, ini yang kemungkinan akan membuat bank sentral masih akan tetap melihat kecenderungan inflasi,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026). 

Menurut Ibrahim, jika inflasi tetap tinggi, bisa saja bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih dari 2 kali. Jika hal itu terjadi, maka akan membuat harga emas dan logam mulia menurun.  

Rupiah Spot Melemah 0,37% ke Rp 17.988 per Dolar AS pada Senin (20/7) Pagi

Ibrahim memproyeksikan level support harga emas Antam selama pekan ini di level Rp 2.590.000 per gram dan Rp 2.430.000 per gram. Sedangkan level resistance diperkirakan mencapai Rp 2.634.000 per gram dan Rp 2.720.000 per gram. 

“Jadi untuk logam mulia (emas Antam) dalam sepekan ini diperkirakan di kisaran Rp 2.430.000 sampai Rp 2.720.000 per gram,” kata Ibrahim. 

Adapun, untuk harga emas global dalam sepekan ini diproyeksikan ada di rentang US$ 3.856 sampai US$ 4.149 per ons troi.

Advertisements