Balihow – JAKARTA. Harga emas Antam diproyeksi bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan. Hal tersebut dipengaruhi oleh sentimen kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) alias Federal Reserve (The Fed).
Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam berada di level Rp 2.612.000 per gram pada Minggu (26/7/2026). Sementara mengutip Trading Economics, harga emas dunia ditutup di posisi US$ 4.052 per ons troi.
Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen yang mempengaruhi harga emas sepekan ke depan adalah kebijakan suku bunga The Fed. Sebab pada pekan bank sentral AS akan melakukan pertemuan dengan kondisi harga minyak yang terus mengalami kenaikan yang berpotensi mengangkat inflasi. Jika Inflasi tinggi berarti akan membuat bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi.
Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Senin (27/7)
Ibrahim menambahkan bahwa mempertahankan suku bunga tinggi akan berdampak ke penguatan indeks dolar (DXY). Apalagi bersamaan dengan eskalasi geopolitik yang membuat harga minyak mentah terus mengalami kenaikan.
“Ini juga akan berdampak terhadap kebijakan bank sental AS yang kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi,” ujar Ibrahim, Minggu (26/7/2026).
Ibrahim memproyeksikan, harga emas Antam dalam sepekan ke depan di kisaran Rp 2.440.000 per gram sampai Rp 2.740.000 per gram.
Sementara harga emas dunia dalam sepekan kemungkinan di rentang US$ 3.871 sampai US$ 4.240 per ons troi.