IHSG Berbalik Melemah ke 6.315, Saham BBCA dan BBNI Loyo

  • Ipank Wima
  • Jul 23, 2026

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,3% atau 19,16 poin ke level 6.315 pada penutupan perdagangan Kamis (23/7). Indeks berbalik arah dari sesi pertama yang sempat melonjak 1,51% atau ke 6.430.

Advertisements

Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG pada awal perdagangan didorong optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid. Indeks bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.454 setelah rebound dari koreksi sehari sebelumnya.

Namun, secara teknikal, ruang penguatan dinilai mulai terbatas. Indikator Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought, sementara histogram moving average convergence divergence (MACD) masih berada di zona positif meski mulai menyempit.

“Sehingga diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6,279, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200-6.250,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (23/7).

Baca juga:

Advertisements
  • Danantara Bakal Sediakan Sumber Pendanaan Perdana LP PFII, Ini Aturannya
  • Google Sebut AI Berpotensi Tambah Rp 910 Triliun ke Ekonomi Indonesia
  • Pemerintah Akan Atur Status Kewarganegaraan Ganda Secara Terbatas

Menurut Phintraco, kenaikan harga minyak mentah yang bertahan di level tertinggi dalam enam pekan terakhir juga mendorong investor mengambil sikap lebih berhati-hati dan memilih melakukan perdagangan jangka pendek. Harga minyak WTI dan Brent masing-masing naik lebih dari 3% hingga berada di atas US$ 89 per barel dan US$ 97 per barel seiring meningkatnya eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,11% ke level Rp 17.936 per dolar AS.

Tekanan terhadap indeks hari ini disebabkan turunnya saham-saham di sektor keuangan dan industri. Di sektor keuangan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 3,46% ke level 6.275; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,99% ke Rp 2.990; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 0,9% ke Rp 4.380, dan; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 0,28% ke Rp 3.600.

Semenatra itu di sektor industri, saham PT Astra International Tbk (ASII) melambat 2,91% ke level Rp 5.000, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) rontok 6,,09% ke Rp 108.

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 63,15 miliar saham dan frekuensi sebanyak 3,18 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.085 triliun dengan total nilai transaksi sebesar Rp 23,85 triliun. 

Meski indeks ditutup di zona merah, kelompok saham penghuni LQ45 justru menguat 2,24%. Tak hanya itu, mayoritas sektor juga menghijau. Sektor properti naik paling tinggi 3,13% secara sektoral. Di dalamnya, saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik 1,71% ke Rp 595; PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tumbuh 1,81% ke Rp 338, dan; PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) bertambah 1,9% ke Rp 3.760. 

Sementara itu, berdasarkan banyaknya nilai transaksi, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) paling banyak ditransaksikan yaitu senilai Rp 2,21 triliun. Kemudian diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 1,68 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1,31 triliun. 

Daftar top gainers hari ini: 

  • PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) naik 13,5% ke level 4.540.
  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 9,85% ke level 1.785.
  • PT Singaraja Putra Tbk (SINI) naik 9,68% ke level 6.800.

Daftar top losers hari ini:

  • PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) turun 9,09% ke level 20.
  • PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) turun 8,33% ke level 55.
  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 6,09% ke level 108.
Advertisements

Related Post :