JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Senin (18/5/2020), melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sepanjang pekan lalu. Pergerakan negatif ini mencerminkan sentimen serupa di bursa global yang tengah tertekan oleh lonjakan harga minyak dunia serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun melalui RTI, pada pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat anjlok sebesar 2,46% atau terpangkas 165,22 poin ke posisi 6.558,10. Tekanan jual yang masif terlihat menyapu bersih seluruh indeks sektoral di BEI.
Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan penurunan terdalam, disusul oleh sektor infrastruktur, transportasi, perindustrian, energi, barang konsumer non-primer, barang konsumer primer, sektor keuangan, hingga sektor teknologi.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan saham pagi ini mencatatkan total volume sebanyak 2,25 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,51 triliun. Data BEI juga menunjukkan dominasi sentimen negatif di pasar, di mana terdapat 447 saham yang melemah, 104 saham berhasil menguat, dan 158 saham lainnya berada dalam kondisi stagnan.
Daftar saham top losers di indeks LQ45 pagi ini:
1. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) merosot 8,24% ke Rp 780 per saham.
2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 7,84% ke Rp 3.410 per saham.
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 6,96% ke Rp 2.540 per saham.
Di tengah tekanan pasar yang luas, beberapa saham di indeks LQ45 masih mencatatkan kenaikan. Berikut adalah daftar saham top gainers pagi ini:
1. PT Astra International Tbk (ASII) menguat 2,17% ke Rp 5.875 per saham.
2. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 1,92% ke Rp 4.240 per saham.
3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terapresiasi 1,25% ke Rp 24.250 per saham.
Ringkasan
IHSG dibuka merosot 2,46% ke level 6.558,10 pada perdagangan Senin pagi akibat tekanan sentimen global. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia terpantau melemah dengan sektor barang baku mengalami koreksi terdalam.
Dalam daftar top losers indeks LQ45, saham CUAN, AMMN, dan MDKA mencatatkan penurunan harga paling signifikan. Sebaliknya, saham ASII, CPIN, dan ITMG masih mampu menguat di tengah tekanan pasar yang luas. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 447 saham melemah dengan total nilai transaksi mencapai Rp 1,51 triliun.