
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan kedua pada Selasa (19/5) dengan catatan yang cukup dalam. Berdasarkan data dari Stockbit, IHSG terpaksa parkir di zona merah setelah terkoreksi signifikan ke level 6.370,679.
Secara keseluruhan, IHSG ditutup melemah sebesar 228,56 poin atau setara dengan 3,46%. Performa negatif ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang mencatatkan penurunan sebesar 2,5% dan berakhir di posisi 634,821.
Aktivitas pasar pada hari ini tergolong sangat aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 25,54 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 46,03 miliar saham dengan total frekuensi transaksi mencapai 2,80 juta kali. Dari sisi pergerakan harga, pasar didominasi oleh sentimen negatif di mana 612 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 112 saham yang berhasil menguat, dan 94 saham lainnya ditutup stagnan.
Di tengah tekanan pasar, beberapa emiten tetap mencatatkan performa gemilang. Berikut adalah daftar saham yang masuk dalam jajaran Top Gainers:
- LCKM (LCK Global Kedaton) naik 38 poin (33,93%) ke level 150
- RELI (Reliance Sekuritas Indonesia) naik 118 poin (24,48%) ke level 600
- ASPR (Asia Pramulia) naik 62 poin (15,42%) ke level 464
- UDNG (Agro Bahari Nusantara) naik 125 poin (9,88%) ke level 1.390
- CINT (Chitose International) naik 17 poin (9,29%) ke level 200
Di sisi lain, tekanan jual yang masif membuat sejumlah saham terpaksa menduduki daftar Top Losers:
- DSNG (Dharma Satya Nusantara) turun 225 poin (15,00%) ke level 1.275
- ELPI (Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari) turun 270 poin (15,00%) ke level 1.530
- TAPG (Triputra Agro Persada) turun 280 poin (14,97%) ke level 1.590
- ICON (Island Concepts Indonesia) turun 22 poin (14,97%) ke level 125
- DFAM (Dafam Property Indonesia) turun 19 poin (14,96%) ke level 108

Beralih ke aktivitas perdagangan, berikut adalah saham dengan nilai transaksi dan volume tertinggi hari ini:
Top Value (Nilai Transaksi):
- BUMI (Bumi Resources) senilai Rp 1,75 triliun
- BMRI (Bank Mandiri (Persero)) senilai Rp 1,27 triliun
- BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp 1,11 triliun
- ANTM (Aneka Tambang) senilai Rp 992,98 miliar
- MDKA (Merdeka Copper Gold) senilai Rp 795,75 miliar
Top Volume (Volume Perdagangan):
- BUMI (Bumi Resources) sebanyak 91,22 juta lembar
- BNBR (Bakrie & Brothers) sebanyak 27,25 juta lembar
- BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) sebanyak 22,20 juta lembar
- DEWA (Darma Henwa) sebanyak 16,07 juta lembar
- PACK (Abadi Nusantara Hijau Investama) sebanyak 14,34 juta lembar
Tidak hanya pasar saham, nilai tukar mata uang pun mengalami tekanan. Kurs rupiah pada penutupan sore ini berada di level Rp 17.700 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan pelemahan sebesar 39 poin atau 0,221% dibandingkan dengan pembukaan pagi tadi yang berada di level Rp 17.661.
Sementara itu, pergerakan bursa di kawasan Asia terpantau variatif. Mengutip data dari Stockbit dan Yahoo Finance, berikut rincian kinerja bursa Asia:
- Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun 0,43% ke level 60.550,59
- Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,48% ke level 25.797,85
- Indeks SSE Composite (China) naik 0,92% ke level 4.169,54
- Indeks Straits Times (Singapura) naik 1,22% ke level 5.057,76
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 3,46% ke level 6.370,679 pada Selasa (19/5) dengan total nilai transaksi mencapai Rp 25,54 triliun. Pelemahan ini didominasi oleh koreksi 612 saham serta penurunan indeks LQ45 sebesar 2,5%. Aktivitas pasar terpantau sangat aktif dengan volume perdagangan mencapai 46,03 miliar lembar saham.
Selain pasar saham, nilai tukar rupiah turut melemah ke posisi Rp 17.700 per dolar AS di tengah sentimen negatif pasar global. Bursa di kawasan Asia menunjukkan pergerakan variatif, di mana indeks Nikkei melemah sementara bursa Hong Kong, China, dan Singapura menguat. Saham BUMI mencatatkan performa sebagai emiten dengan nilai dan volume transaksi tertinggi pada sesi perdagangan hari ini.