
Balihow – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapatkan suntikan dana segar melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 14 triliun untuk tahun anggaran 2026. Tambahan dana ini akan diprioritaskan untuk mengakselerasi berbagai proyek strategis nasional, termasuk perluasan akses listrik desa hingga pengembangan jaringan gas (jargas) kota.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, mengonfirmasi bahwa dana tersebut telah resmi disetujui. “ABT, anggaran biaya tambahan, sudah keluar dari Kementerian Keuangan. Tahun 2026 ini ABT kita tambahannya mencapai Rp 14 triliun,” ujar Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5).
Menurut Erani, salah satu fokus utama dari alokasi anggaran ini adalah percepatan program listrik desa. Pemerintah menargetkan seluruh pelosok negeri harus sudah teraliri listrik paling lambat tahun 2029. “Tahun 2029 harus beres, semua rakyat harus teraliri listrik,” tegasnya.
Sebelumnya, pada September 2025, Komisi XII DPR RI telah menyetujui pagu definitif Kementerian ESDM sebesar Rp 21,67 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Angka tersebut mencerminkan kenaikan signifikan dari pagu awal yang hanya sebesar Rp 8,12 triliun. Anggaran ini tidak hanya digunakan untuk operasional rutin, tetapi juga untuk mendukung visi dan misi Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, dalam rapat bersama DPR sebelumnya menjelaskan bahwa dari total anggaran tersebut, terdapat alokasi khusus sebesar Rp 8,55 triliun untuk penguatan infrastruktur energi. Dari jumlah itu, sebesar Rp 5 triliun di antaranya dikhususkan untuk pembangunan listrik desa yang menyasar 1.135 lokasi baru.
Selain perluasan jaringan listrik, belanja infrastruktur Kementerian ESDM pada 2026 juga dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. Program yang direncanakan meliputi pembangunan pipa transmisi gas bumi, pemasangan jaringan gas kota (jargas), penyaluran bantuan pasang baru listrik bagi keluarga kurang mampu, hingga pembagian konverter kit untuk mendukung produktivitas para nelayan di Indonesia.
Ringkasan
Kementerian Keuangan telah menyetujui tambahan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) sebesar Rp 14 triliun bagi Kementerian ESDM untuk tahun anggaran 2026. Dana tambahan ini akan difokuskan pada percepatan proyek strategis nasional, terutama perluasan akses listrik desa untuk mencapai rasio elektrifikasi penuh pada tahun 2029.
Selain program listrik desa, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur energi lainnya, seperti jaringan gas kota, pipa transmisi gas bumi, serta bantuan pemasangan listrik bagi keluarga kurang mampu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan infrastruktur energi nasional.