Ratu lari jarak jauh Triyaningsih ikut Mangkunegaran Run 2026, jadi juara satu

  • Ipank Wima
  • May 03, 2026

Atlet lari jarak jauh legendaris Indonesia, Triyaningsih, kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang lari Mangkunegaran Run 2026. Sosok yang dijuluki sebagai Ratu Lari Jarak Jauh Asia Tenggara ini sukses mengamankan podium pertama untuk kategori open female dalam perlombaan yang didukung penuh oleh mitra strategis Permata Bank tersebut.

Advertisements

Bagi Triyaningsih, kompetisi lari bukan sekadar tentang menang atau kalah. Ia menemukan kebahagiaan dalam aspek-aspek sederhana yang membuat pengalaman berlari terasa lebih bermakna. Hal itulah yang ia rasakan saat berpartisipasi dalam ajang lari garapan Katadata dan Yayasan CNC yang digelar di Solo pada Minggu (3/5).

“Lari di sini benar-benar membuat saya bahagia karena cuacanya sangat mendukung. Hari ini cukup mendung dan tidak terlalu panas, ditambah lagi rutenya yang datar. Bagi kalian yang ingin mengejar personal best, perlombaan ini adalah tempat yang tepat,” ujar Triyaningsih kepada Katadata.co.id.

Triyaningsih berhasil menyentuh garis finis di urutan pertama kategori open female 5K dengan catatan waktu 21 menit 14 detik. Namun, kemenangan di nomor ini bukanlah tanpa persiapan matang. Pemegang 11 medali emas SEA Games ini baru saja menyelesaikan Berlin Half Marathon bulan lalu, sehingga ia memilih jarak yang lebih pendek sebagai bagian dari masa transisi pemulihannya.

Baca juga: Pura Mangkunegaran Gelar Royal Dinner Semalam, Dihadiri Pejabat hingga Atlet

Advertisements

Sebagai pelari profesional, ritme latihan Triyaningsih tidak pernah benar-benar berhenti. “Saya tetap melakukan persiapan khusus untuk Mangkunegaran Run ini. Meskipun hanya berjarak lima kilometer, persiapan matang tetap diperlukan karena ini adalah bagian dari disiplin seorang pelari jarak jauh,” tuturnya.

Kota Solo sebenarnya bukan tempat yang asing bagi Triyaningsih, namun Mangkunegaran Run tahun ini memberikan kesan yang sangat berbeda. Ini merupakan partisipasi pertamanya dalam ajang tersebut setelah sebelumnya sering terbentur jadwal dengan kegiatan lain. Kali ini, ia memang memberikan perhatian khusus untuk hadir dan berlari di Kota Bengawan.

Selain kemenangan di lintasan, momen yang tak terlupakan bagi Triyaningsih adalah penghargaan khusus yang ia terima dari Pura Mangkunegaran. Apresiasi tersebut diberikan langsung oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X, atau yang akrab disapa Gusti Bhre, dalam acara Royal Dinner semalam.

Bagi Triyaningsih, penghargaan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan pengakuan atas perjalanan panjang kariernya sebagai atlet. Royal Dinner dan Mangkunegaran Run sendiri merupakan rangkaian peringatan hari jadi Keraton Solo pada tahun ini. “Saya sangat senang karena kerja keras saya selama ini mendapatkan apresiasi. Ini juga menjadi momentum baru untuk memperkenalkan olahraga lari lebih luas lagi,” katanya.

Triyaningsih berharap Mangkunegaran Run dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan inovasi yang berbeda di setiap edisinya. Ia memiliki impian agar Solo memiliki identitas khas yang membuatnya tidak hanya menjadi tempat berlari, tetapi juga destinasi yang selalu dirindukan. “Saya berharap ada sesuatu yang benar-benar berkesan di hati, meskipun saat ini atmosfer warisan budayanya sudah sangat terasa,” tambahnya.

Penutup Adeging Mangkunegaran

Mangkunegaran Run 2026 merupakan acara puncak sekaligus penutup dari rangkaian peringatan Ulang Tahun Pura Mangkunegaran ke-269 yang berlangsung pada 1-3 Mei 2026. Sebanyak 7.700 pelari turut memeriahkan ajang ini, bersaing di kategori 5K, 10K, hingga half marathon.

Gusti Bhre menjelaskan bahwa rute Mangkunegaran Run tahun ini telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Badan Atletik Dunia. Verifikasi lintasan dilakukan langsung oleh perwakilan internasional, Kim Vivan, untuk memastikan standar keamanan dan akurasi jarak sesuai regulasi global.

“Sertifikasi ini memastikan jarak lintasan akurat dan permukaannya aman untuk meminimalisir risiko cedera. Hal ini sangat penting untuk validasi rekor dunia maupun catatan waktu resmi bagi para atlet,” jelas Gusti Bhre dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (12/4).

Melalui penyelenggaraan ini, Pura Mangkunegaran ingin menciptakan sebuah kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Mangkunegaran Run dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menyatukan unsur olahraga, budaya, dan interaksi sosial dalam satu pengalaman unik yang terbuka bagi semua kalangan.

Ringkasan

Atlet lari jarak jauh legendaris, Triyaningsih, berhasil meraih juara pertama kategori 5K open female pada ajang Mangkunegaran Run 2026 di Solo dengan waktu 21 menit 14 detik. Meskipun baru saja menyelesaikan kompetisi internasional di Berlin, ia tetap tampil maksimal berkat persiapan matang dan kondisi rute yang mendukung. Kemenangan ini menandai partisipasi perdana sekaligus prestasi gemilang sang atlet dalam ajang tahunan tersebut.

Selain kemenangan di lintasan, Triyaningsih juga menerima penghargaan khusus dari Pura Mangkunegaran dalam acara Royal Dinner sebagai apresiasi atas karier atletiknya. Ajang yang diikuti oleh 7.700 peserta ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-269 Pura Mangkunegaran dengan rute yang telah bersertifikasi resmi Badan Atletik Dunia. Penyelenggaraan ini bertujuan menyatukan unsur olahraga dan budaya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Advertisements