BKN Naikkan Pangkat Nurlaela, Guru SD Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

  • Ipank Wima
  • Apr 30, 2026

Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI memberikan penghormatan terakhir kepada Nurlaela, seorang guru SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur, yang menjadi korban dalam tragedi tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya, BKN secara resmi menaikkan pangkat almarhumah satu tingkat lebih tinggi.

Advertisements

Melalui unggahan di akun Instagram resmi @bkngoidofficial pada Rabu (29/4), BKN menyatakan bahwa kenaikan pangkat anumerta tersebut telah diproses, bersamaan dengan pemberian hak-hak pensiun bagi keluarga yang ditinggalkan. “Sebagai bentuk penghargaan negara, BKN telah menerbitkan Pertek pemberian pensiun dan memberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi,” tulis BKN dalam keterangannya.

Pihak BKN juga menyampaikan belasungkawa mendalam bagi keluarga almarhumah. “Kami menundukkan hati, mengirimkan doa bagi para korban. Semoga yang berpulang mendapatkan kedamaian dan yang ditinggalkan diberi ketabahan. Selamat jalan, Ibu Nurlaela. ASN Guru hebat yang berpulang dalam tugas,” ungkap BKN.

Mengenal Sosok Nurlaela, Guru Berdedikasi Tinggi

Nurlaela merupakan sosok pendidik yang dikenal memiliki dedikasi luar biasa. Selama tujuh tahun, ia mengabdikan dirinya mengajar di SDN Pulogebang 11. Setiap harinya, ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Kampung Ceger, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Timur, demi menjalankan tugas mulia mendidik murid-muridnya.

Advertisements

Di luar aktivitas mengajar, Nurlaela juga dipercaya memegang tanggung jawab tambahan sebagai bendahara sekolah sekaligus pengelola perpustakaan. Semangatnya untuk terus berkembang pun tampak nyata, di mana tiga bulan sebelum wafat, wanita berusia 30 tahun tersebut baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Paman almarhumah, Mulyadi, mengenang keponakannya sebagai pribadi yang ulet dan pekerja keras. “Dia pekerja yang ulet, tidak banyak bicara, benar-benar pekerja keras,” ujarnya. Kepergian Nurlaela meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, terutama bagi putra semata wayangnya yang kini duduk di bangku kelas VI SD.

Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana haru dengan diiringi isak tangis keluarga dan kerabat. Bagi masyarakat sekitar, Nurlaela akan selalu dikenang sebagai sosok perempuan yang tangguh dan simbol ketekunan yang memperjuangkan masa depan melalui jalur pendidikan, meski perjalanan hidupnya harus terhenti di tengah perjalanan pulang.

Ringkasan

Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan kenaikan pangkat anumerta satu tingkat lebih tinggi kepada Nurlaela, guru SDN Pulo Gebang 11 yang menjadi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi almarhumah selama mengabdi sebagai tenaga pendidik, sekaligus memproses pemberian hak pensiun bagi keluarga yang ditinggalkan.

Nurlaela dikenal sebagai sosok guru yang ulet dan memiliki semangat tinggi, terbukti dengan tanggung jawab tambahan yang ia pegang serta keberhasilannya meraih gelar S2 sebelum wafat. Kepergian wanita berusia 30 tahun tersebut meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan dan keluarga, terutama karena sosoknya yang gigih dalam menjalankan tugas meski harus menempuh perjalanan jauh setiap harinya.

Advertisements