Hana Bank cermati kenaikan BI rate, optimistis kredit akan tetap tumbuh sesuai target

  • Ipank Wima
  • May 21, 2026

JAKARTA – Di tengah kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,25%, PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan kredit sesuai target yang telah ditetapkan. Perseroan meyakini bahwa kenaikan suku bunga acuan tidak akan langsung memicu kenaikan suku bunga kredit perbankan secara instan.

Advertisements

Direktur Branch Business Hana Bank, Hendri Setiawan, menjelaskan bahwa penyesuaian bunga kredit sangat bergantung pada biaya dana atau cost of fund (COF) perusahaan. Menurutnya, kenaikan COF umumnya terjadi jika perbankan terlalu bergantung pada deposito. Namun, kondisi likuiditas Hana Bank saat ini dinilai masih sangat solid sehingga perusahaan mampu menekan biaya dana dan menjaga agar bunga kredit tidak melonjak drastis.

OJK Proyeksikan Aset Industri Penjaminan Tumbuh 14%-16% pada 2026

“Hana Bank saat ini tidak memiliki kendala likuiditas dan nasabah kami tetap terkelola dengan baik. Meskipun demikian, kami akan terus bersaing menyesuaikan dengan situasi pasar,” ujar Hendri dalam acara media gathering di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Lebih lanjut, Hendri menuturkan bahwa dampak nyata dari kenaikan BI Rate biasanya baru akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, Hana Bank berkomitmen untuk terus memantau dinamika industri guna menentukan langkah strategis ke depan. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga pertumbuhan kredit perbankan agar tidak menghambat laju ekonomi nasional.

Advertisements

“Saya percaya pemerintah sangat memperhatikan aspek tersebut. Jika kita amati pada semester pertama, penyaluran kredit masih menunjukkan pertumbuhan yang normal dan belum terlihat adanya perubahan signifikan,” tambahnya.

Sebagai informasi, Hana Bank telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 39,67 triliun hingga kuartal I-2026. Angka ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk mencapai target penyaluran kredit sebesar Rp 43,30 triliun pada akhir tahun 2026. Meski menyadari adanya dinamika pasar, Hana Bank menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk merevisi target kredit tersebut.

OJK: Penjaminan Sektor Produktif Tembus Rp 272 Triliun Kuartal I-2026

Ringkasan

Hana Bank tetap optimistis dapat mencapai target penyaluran kredit sebesar Rp 43,30 triliun pada akhir tahun 2026 meski Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25%. Pihak manajemen meyakini bahwa kenaikan suku bunga acuan tidak akan langsung berdampak pada lonjakan bunga kredit secara instan, karena kondisi likuiditas perseroan saat ini dinilai masih sangat solid untuk menekan biaya dana.

Hingga kuartal I-2026, Hana Bank telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 39,67 triliun dengan pertumbuhan yang dianggap masih normal. Meskipun akan terus memantau dinamika pasar selama beberapa bulan ke depan, perusahaan menegaskan belum memiliki rencana untuk melakukan revisi terhadap target kredit yang telah ditetapkan sebelumnya.

Advertisements

Related Post :