Harimau Terkam Warga Riau, Walhi Desak Pemulihan Habitat Akibat Deforestasi

  • Ipank Wima
  • Jul 17, 2026

Dalam kurun tiga hari, dua nyawa melayang akibat serangan harimau sumatra di salah satu kawasan hutan tanaman industri (HTI) di Riau. Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, baik manusia maupun harimau sama-sama menjadi korban menyusutnya ruang hidup satwa endemik tersebut.

Advertisements

Seorang pekerja berusia 29 tahun diterkam harimau sumatra pada 10 Juli saat berada di area kamp pekerja PT Madukoro Lestari Estate Tasik di Desa Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan. Tiga hari sebelumnya, pada 7 Juli, seorang anak berusia 12 tahun juga tewas akibat serangan harimau di kawasan yang sama.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyebut jarak kedua lokasi hanya sekitar 6,5 kilometer. Berdasarkan indikasi awal, kedua korban diduga diserang oleh harimau sumatra jantan yang sama, berusia sekitar tiga tahun.

Pasca-insiden tersebut, BBKSDA Riau memasang dua kandang jebak di sekitar lokasi untuk menangkap harimau yang diduga menyerang kedua korban. Namun, langkah itu dinilai Walhi Riau hanya menangani dampak, bukan akar persoalan.

Koordinator Perlindungan dan Pengembangan Wilayah Kelola Rakyat Walhi Riau, Rezki Andika, mengatakan pemulihan habitat merupakan solusi utama untuk mengurangi konflik manusia dan harimau sekaligus menjaga kelangsungan hidup spesies yang kini kian terancam.

Advertisements

“Secara alami, harimau cenderung takut dan menghindari manusia. Mereka menyerang bukan karena manusia adalah mangsa utama, melainkan karena habitatnya terganggu atau merasa terancam,” kata Rezki dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7).

Peta lokasi serangan Harimau di Pelalawan, Riau (Walhi Riau)  

Menurut dia, serangan harimau terhadap manusia merupakan indikator terganggunya ekosistem dan menyempitnya ruang hidup satwa liar. Karena itu, Walhi meminta perusahaan bertanggung jawab atas insiden tersebut serta mendesak pemerintah mengevaluasi perizinan di kawasan itu agar habitat harimau tetap terjaga.

PT Madukoro Lestari Estate Tasik merupakan salah satu pemasok bahan baku kayu bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), perusahaan pulp dan kertas yang merupakan bagian dari APRIL Group.

Sementara itu, Direktur Perkumpulan Elang Besta, Junandi Nduru, juga menilai dua serangan dalam waktu kurang dari sepekan di kawasan HTI tidak bisa dilepaskan dari penyusutan habitat harimau akibat deforestasi.

Menurut dia, setidaknya terdapat dua perusahaan yang menguasai sebagian habitat harimau di kawasan tersebut, yakni PT Arara Abadi dengan konsesi sekitar 49 ribu hektare dan PT Madukoro Lestari Estate Tasik seluas hampir 15 ribu hektare.

“Merusak ruang hidup harimau sama dengan mendorong kepunahannya. Perusahaan yang telah melakukan deforestasi harus bertanggung jawab memulihkan habitat harimau di area kerjanya, sembari memastikan keselamatan para pekerja,” ujar Besta.

Advertisements

Related Post :