
Tim kepolisian tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh terkait kecelakaan tragis yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Insiden nahas ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di wilayah Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, menyatakan bahwa proses investigasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel, tim Laboratorium Forensik, serta didampingi oleh tim asistensi terpadu dari Jasa Raharja. Keterlibatan berbagai pihak ini dilakukan untuk memastikan penanganan kecelakaan berjalan komprehensif.
Dalam keterangannya saat siaran langsung bersama kumparan, Rabu (6/5), Nandang menegaskan bahwa fokus utama dari olah TKP tersebut adalah mengungkap penyebab pasti kecelakaan. “Kami melakukan olah TKP secara mendalam untuk mengetahui kronologi dan penyebab dari insiden kecelakaan tersebut,” jelasnya.
Kecelakaan maut tersebut terjadi pada siang hari, sekitar pukul 12.39 WIB. Berdasarkan informasi awal, peristiwa bermula saat bus ALS tengah menempuh perjalanan dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Ketika melintasi Kecamatan Karang Jaya, kondisi darurat terjadi saat tiba-tiba muncul percikan api dari bagian badan bus. Berusaha meminimalisir risiko, sopir bus dengan sigap mencoba mengarahkan kendaraannya ke sisi kanan jalan.
Namun, upaya penyelamatan diri tersebut justru berakhir tragis. Secara bersamaan, sebuah mobil tangki BBM melaju dari arah berlawanan, yakni dari arah Utara atau Rupit, dengan kecepatan tinggi. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan hebat antara bus dan truk tangki tidak dapat terhindarkan.
Dampak dari insiden besar ini sangat memilukan. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 16 orang meninggal dunia, 3 orang mengalami luka bakar, dan 2 orang lainnya menderita luka ringan. Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus bekerja di lapangan untuk menuntaskan proses penyelidikan.
Ringkasan
Kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam terkait kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Investigasi melibatkan tim gabungan dari Ditlantas Polda Sumsel, Laboratorium Forensik, dan Jasa Raharja untuk mengungkap penyebab pasti serta kronologi insiden. Kecelakaan terjadi saat sopir bus berupaya menepi akibat munculnya percikan api, namun justru bertabrakan dengan truk BBM yang melaju dari arah berlawanan.
Peristiwa tragis yang terjadi pada siang hari tersebut mengakibatkan korban jiwa yang cukup besar. Data sementara mencatat 16 orang meninggal dunia, 3 orang mengalami luka bakar, dan 2 orang menderita luka ringan. Saat ini, pihak berwenang masih terus bekerja di lapangan untuk menuntaskan proses penyelidikan menyeluruh atas kecelakaan tersebut.