Penjualan Rata-rata Toko Asipirasi Hidup (ACES) Tumbuh 2,2% di Semester I-2026

  • Ipank Wima
  • Jul 21, 2026

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten di sektor ritel, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mencatat pertumbuhan same store sales growth (SSSG) atau penjualan rata-rata tiap toko sebesar 2,2% year on year (yoy) sepanjang semester I-2026.

Advertisements

Pertumbuhan ini sejalan dengan target 2026 dari manajemen ACDS di kisaran 2%–4% secara tahunan. 

Berdasarkan laporan Stockbit Sekuritas, hasil tersebut mengindikasikan SSSG pada Juni 2026 tumbuh berkisar 2,7% yoy, jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama sebelumnya dengan minus 4,8% yoy.

Prospek Aspirasi Hidup (ACES) Dibayangi Tantangan Daya Beli, Ini Rekomendasi Sahamnya

Adapun pertumbuhan SSSG selama periode Januari hingga Juni 2026 ini ditopang kinerja toko di wilayah Jakarta yang tumbuh 4,4% YoY dan Jawa di luar Jakarta naik 3% YoY, sementara wilayah luar Jawa masih tumbuh tipis 0,3% YoY. 

Advertisements

Analis BRI Danareksa Sekuritas Indonesia, Abida Massi Armand, menilai realisasi SSSG sebesar 2,2% secara tahunan (YoY) pada semester I-2026 menunjukkan pemulihan nyata.

  ACES Chart by TradingView  

Angka tersebut berbalik positif dibandingkan kontraksi 2,9% YoY pada periode yang sama tahun lalu serta sejalan dengan target manajemen yang membidik pertumbuhan SSSG sebesar 2%–4% pada tahun ini.

“Akselerasi pembukaan toko di semester II-2026 dengan target 25-30 toko AZKO baru dan 40-50 toko NEKA menjadi katalis pertumbuhan yang lebih kuat dari semester I, didukung kenaikan basket size 10% YoY yang mencerminkan perbaikan spending quality konsumen,” kata Abida kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Abida menjelaskan, terdapat sejumlah katalis yang mampu menopang kinerja ACES pada paruh kedua tahun ini.

Di antaranya adalah percepatan ekspansi jaringan toko AZKO dan NEKA pada kuartal III hingga kuartal IV-2026 yang memperluas penetrasi ke wilayah di luar Jakarta yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan besar.

Penjualan Toko Aspirasi Hidup (ACES) Tumbuh 2,1% Hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

Selain itu, penyesuaian harga jual rata-rata (average selling price/ASP) diperkirakan mampu menjaga laju pertumbuhan pendapatan tetap berada di atas pertumbuhan SSSG.

Kinerja semester II-2026 juga akan ditopang oleh basis perbandingan yang lebih rendah (low base effect) pada semester II-2025 sehingga pertumbuhan secara tahunan berpotensi terlihat lebih kuat.

Meski begitu, Abida mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dicermati. Trafik pengunjung pusat perbelanjaan, khususnya di Jakarta, dinilai masih bergerak moderat. 

Di sisi lain, pengeluaran musiman seperti biaya pendidikan masih membatasi belanja diskresioner masyarakat, sementara daya beli kelas menengah belum sepenuhnya pulih di tengah suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih berada di level 5,75%.

Dari segi rekomendasi saham, Abida menyarankan buy ACES dengan target Rp 450 per saham.

Perbaikan Trafik Pelanggan hingga Stabilnya Permintaan Dorong Kinerja Penjualan ACES

Saat ini, saham ACES diperdagangkan pada valuasi price to earnings (PE) sekitar 8,2 kali estimasi laba tahun buku 2026, atau sekitar 1,5 standar deviasi di bawah rata-rata historis tiga tahun. Dus, saham ini dianggap memiliki valuasi yang menarik.

“Pemulihan SSSG yang konsisten, akselerasi ekspansi toko NEKA ke segmen value, dan revenue growth 6,1% YoY yang tetap solid menjadikan ACES pilihan menarik di sektor ritel saat ini,” ucap Abida.

Advertisements

Related Post :