Pep Guardiola bersiap tinggalkan Manchester City di akhir musim, Enzo Maresca incar kursi pelatih

  • Ipank Wima
  • May 19, 2026

Balihow – Pep Guardiola dikabarkan akan segera mengakhiri era keemasannya sebagai pelatih Manchester City pada musim panas 2026. Keputusan besar ini mencuat ke permukaan setelah Manchester City berhasil mengamankan gelar juara Carabao Cup dan Piala FA musim ini.

Advertisements

Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen klub, berbagai sumber internal menyebutkan bahwa pengumuman mengenai hengkangnya pelatih asal Spanyol tersebut kemungkinan besar akan dilakukan sebelum musim kompetisi berakhir. Sebagai langkah antisipasi, nama Enzo Maresca santer disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi kepelatihan di Etihad Stadium. Pelatih berusia 46 tahun tersebut diproyeksikan untuk menakhodai skuad The Citizens, hanya selang empat bulan setelah ia meninggalkan Chelsea.

Sinyal perpisahan antara Guardiola dan City sebenarnya sudah mulai terendus sejak akhir tahun 2025. Pada Desember 2025, laporan dari The Athletic mengungkapkan bahwa nama Maresca mulai dikaitkan erat dengan Manchester City, seiring dengan menguatnya spekulasi bahwa Guardiola akan segera menyudahi masa kepemimpinannya yang legendaris.

Francisco Rivera Menggila! Persebaya Surabaya Wajib Libas Persik Kediri demi Kunci Empat Besar

Situasi semakin menarik setelah Maresca memutuskan untuk meninggalkan Chelsea pada Januari lalu, meskipun ia masih terikat kontrak hingga tahun 2029. Dalam sebuah kesempatan, Maresca mengakui bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Manchester City terkait peluang untuk kembali ke klub tersebut.

Advertisements

Secara administratif, kontrak Pep Guardiola sebenarnya masih berlaku hingga Juni 2027 setelah ia menandatangani perpanjangan kontrak pada November 2024. Kala itu, Guardiola menegaskan alasannya bertahan adalah karena rasa tanggung jawab terhadap klub yang sedang mengalami penurunan performa.

“Saya tidak ingin mengecewakan klub. Saya merasa tidak bisa pergi saat itu,” ungkap Pep Guardiola mengenai keputusannya bertahan di masa sulit tersebut.

Robert Lewandowski Ucapkan Salam Perpisahan kepada Barcelona

Namun, rumor mengenai masa depannya terus bergulir liar dalam beberapa bulan terakhir, meskipun pihak klub awalnya sangat berharap Guardiola bersedia bertahan setidaknya hingga masa kontraknya habis. Dalam sebuah konferensi pers menjelang final Piala FA, Guardiola sempat menepis kabar burung tersebut dengan menekankan bahwa ia masih memiliki satu tahun tersisa dalam kontraknya.

Sikap Guardiola pun tampak lebih tertutup setelah pertandingan usai. Ketika ditanya kembali mengenai masa depannya, ia hanya memberikan jawaban singkat yang penuh teka-teki. “Rumor? Semoga malammu menyenangkan,” ujar Guardiola kepada para awak media.

Rencana kepergian Guardiola ini juga bertepatan dengan proses investigasi yang masih berjalan terkait lebih dari 115 dugaan pelanggaran regulasi keuangan Premier League oleh Manchester City. Kendati demikian, hingga saat ini pihak klub tetap membantah keras seluruh tuduhan yang diarahkan kepada mereka.

Saat ini, Manchester City masih memiliki dua laga krusial tersisa di musim ini, yakni melawan Bournemouth dan Aston Villa. Pertandingan kandang melawan Aston Villa pada 24 Mei mendatang diprediksi akan menjadi momen emosional, karena bisa jadi merupakan laga terakhir Guardiola sekaligus penentu gelar juara liga jika City berhasil mengejar ketertinggalan dua poin dari Arsenal.

Selama menukangi Manchester City, Guardiola telah mengukir sejarah yang sulit tertandingi. Baru-baru ini, ia sukses mempersembahkan gelar Piala FA ketiganya setelah membungkam Chelsea 1-0 di Stadion Wembley. Sebelumnya, ia juga berhasil membawa tim merengkuh gelar EFL Cup kelima pada bulan Maret.

Prediksi Chelsea vs Tottenham: Duel Panas Stamford Bridge, Spurs Berjuang Hindari Degradasi

Mengutip laporan dari The Guardian, koleksi trofi Guardiola bersama City sangatlah impresif, mencakup enam gelar Premier League, satu trofi UEFA Champions League, satu gelar FIFA Club World Cup, satu UEFA Super Cup, serta tiga trofi Community Shield.

Karier Guardiola di Etihad dimulai pada 1 Juli 2016 setelah ia meninggalkan Bayern Munich. Meski hanya mampu finis di posisi ketiga pada musim pertamanya, Guardiola kemudian membangun dominasi mutlak dengan memenangkan enam gelar liga dalam tujuh musim berikutnya. Salah satu pencapaian paling ikonik adalah saat City meraih 100 poin dalam satu musim—rekor tertinggi sepanjang sejarah Liga Inggris—yang diikuti dengan raihan treble domestik.

Puncak prestasinya terjadi pada musim 2022/2023, di mana ia membawa Manchester City meraih continental treble yang prestisius, yakni memenangkan Premier League, Liga Champions, dan Piala FA secara bersamaan.

Yuran Fernandes Tak Dibawa! Berikut Daftar 26 Pemain Timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Sebelum sukses besar di Inggris, Guardiola telah membuktikan kualitasnya di Barcelona selama empat tahun dan Bayern Munich selama tiga tahun. Sementara itu, sosok Enzo Maresca yang digadang-gadang sebagai suksesor bukanlah orang asing bagi publik Manchester. Ia pernah melatih tim U-21 Manchester City pada musim 2020-2021 dan kembali menjadi asisten Guardiola pada tahun 2022.

Pelatih asal Italia tersebut memiliki catatan apik saat membawa Leicester City promosi ke Premier League sebelum akhirnya berlabuh di Chelsea pada 2024. Di Stamford Bridge, Maresca berhasil mengantar tim lolos ke Liga Champions serta memenangkan gelar Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

Kepergian Guardiola diprediksi akan menjadi awal dari transformasi besar-besaran di tubuh Manchester City. Selain pergantian di kursi pelatih, sejumlah pemain pilar seperti Bernardo Silva dan John Stones juga dikabarkan tengah bersiap untuk meninggalkan klub, menandai berakhirnya sebuah era keemasan di Manchester biru.

Usai Persib Pecahkan Kutukan di Parepare, Adam Alis: Kami Ingin Ukir Sejarah Juara di Bandung!

Ringkasan

Pep Guardiola dikabarkan akan mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih Manchester City pada musim panas 2026. Meskipun kontraknya secara administratif masih berlaku hingga 2027, spekulasi mengenai kepergiannya terus menguat seiring dengan minimnya pernyataan resmi dari sang pelatih maupun manajemen klub terkait masa depannya.

Sebagai langkah antisipasi, Enzo Maresca disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi pelatih di Etihad Stadium. Maresca, yang memiliki kedekatan sejarah dengan klub, diproyeksikan akan memimpin transformasi besar bagi Manchester City setelah era keemasan Guardiola yang penuh dengan berbagai gelar bergengsi berakhir.

Advertisements