Pramono: Tarif Transjabodetabek rute Blok M-Soetta akan segera diumumkan

  • Ipank Wima
  • May 09, 2026

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan kepastian terkait penetapan tarif layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Saat ini, layanan tersebut masih berada dalam masa evaluasi setelah menjalani periode uji coba selama tiga bulan.

Advertisements

“Tarif TJ pada waktu saya secara resmi mencanangkan, kan pada waktu itu dikasih period untuk 3 bulan. Dan 3 bulan kan belum selesai, baru akan selesai, dan segera akan kita putuskan untuk itu,” ujar Pramono usai meresmikan Gedung Dispora DKI Jakarta, Jumat (8/5). Ia menambahkan bahwa keputusan tarif khusus menuju Bandara Soekarno-Hatta ini nantinya akan ditetapkan secara bersamaan dengan kebijakan rute lainnya.

Pramono menjelaskan bahwa penetapan biaya perjalanan menuju bandara memerlukan kajian khusus yang berbeda dari rute reguler. Ada beberapa faktor krusial yang menjadi pertimbangan utama pemerintah, mulai dari jarak tempuh yang jauh, banyaknya titik pemberhentian yang dilayani, hingga tingginya biaya parkir di kawasan bandara dibandingkan lokasi lain. Langkah ini diambil untuk memastikan agar skema subsidi transportasi tetap efisien dan tidak terlampau tinggi.

Sebagai informasi, saat ini tarif Transjabodetabek dan TransJakarta untuk rute reguler lainnya masih berlaku normal. Penumpang hanya dikenakan tarif Rp 2.000 pada masa early bird pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, sementara di luar jam tersebut tarif yang berlaku adalah Rp 3.500.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meresmikan operasional rute SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (12/3). Kehadiran rute baru ini diharapkan mampu menjadi solusi transportasi publik yang efektif bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi menuju bandara.

Advertisements

“Hari ini kita memulai sesuatu yang baru yang ditunggu oleh masyarakat, yaitu meresmikan layanan Transjabodetabek SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. Trayek ini adalah trayek yang ditunggu oleh banyak orang,” ungkap Pramono saat seremoni peresmian di Terminal Blok M, Jakarta Selatan.

Layanan strategis ini didukung oleh 14 armada bus dengan 23 titik pemberhentian sepanjang rute. Guna memberikan kenyamanan maksimal, bus yang digunakan adalah tipe low deck yang memudahkan akses penumpang, terutama saat membawa barang bawaan. Bus ini juga dirancang untuk melayani langsung tiga terminal utama, yaitu Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.

“Jadi yang pertama busnya berbeda. Deck-nya lebih rendah karena di sana kan ada tiga titik di airport yang harus diberhentikan. Tiga-tiganya akan di Terminal 1, 2, dan 3. Kemudian di dalam busnya sendiri ada tempat untuk menaruh koper-koper,” pungkas Pramono, menekankan keunggulan fasilitas pada layanan khusus bandara ini.

Ringkasan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa tarif layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta akan segera diumumkan setelah masa uji coba tiga bulan berakhir. Pemerintah saat ini masih melakukan kajian mendalam terkait penetapan tarif tersebut dengan mempertimbangkan jarak tempuh, jumlah titik pemberhentian, serta biaya operasional di kawasan bandara agar skema subsidi tetap efisien.

Layanan rute SH2 yang diresmikan sejak Maret ini menggunakan 14 armada bus low deck yang dilengkapi fasilitas khusus untuk menyimpan bagasi penumpang. Bus tersebut dirancang untuk melayani Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno-Hatta sebagai upaya menyediakan transportasi publik yang efektif bagi masyarakat. Hingga pengumuman tarif resmi dirilis, masyarakat masih dapat menikmati layanan tersebut sebagai bagian dari masa evaluasi.

Advertisements