Respons PDIP atas Pujian Prabowo: Kami Berikan Second Opinion

  • Ipank Wima
  • May 21, 2026

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, memberikan respons positif terhadap apresiasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait peran partai berlambang banteng tersebut sebagai oposisi. Ucapan terima kasih dari Presiden tersebut disampaikan dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) pada Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5).

Advertisements

Andreas menegaskan bahwa posisi PDIP yang berada di luar pemerintahan memang sengaja diambil untuk menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan pandangan alternatif demi kemajuan bangsa. Menurutnya, kritik yang dilontarkan bukan sekadar suara sumbang, melainkan bentuk kontribusi nyata agar kebijakan pemerintah berjalan lebih optimal.

Menjadi Mitra Kritis yang Konstruktif

“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas pujiannya. Sudah menjadi komitmen PDI Perjuangan untuk berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi sebagai partai politik yang memberikan kritik-kritik positif,” ujar Andreas saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Ia menambahkan bahwa kritik tersebut merupakan bentuk second opinion atau sudut pandang tambahan bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan nasional. Bagi PDIP, sinergi rasional antara penguasa dan pihak oposisi diperlukan agar setiap kebijakan memiliki dasar yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Advertisements

Lebih lanjut, Andreas menyebut bahwa Presiden Prabowo pun menyadari pentingnya masukan tersebut. “Beliau menyampaikan bahwa banyak hal yang memang diperlukan dari pandangan-pandangan PDI Perjuangan. Ini bukan sekadar soal perasaan, tetapi menyangkut rasionalitas bahwa kritik yang kami sampaikan selama ini bertujuan baik untuk negara,” jelasnya.

Refleksi Presiden Prabowo Terhadap Kritik PDIP

Sebelumnya, dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI terkait RAPBN 2027, Presiden Prabowo secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada PDIP. Meski mengakui bahwa kritik yang diterima sering kali terasa tajam, ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses refleksi diri dalam menjalankan pemerintahan.

“Setiap pemimpin harus mau dikritik dan diawasi. Kadang, sebelum tidur, pilu hati saya membaca kritikan yang sangat keras dari anggota PDIP. Namun, saya sadar bahwa di balik itu semua, mungkin ada dasar yang benar,” ungkap Prabowo di hadapan para anggota dewan.

Prabowo menekankan bahwa ia tidak melihat kritik sebagai sesuatu yang bersifat negatif. Sebaliknya, ia memandang masukan dari pihak oposisi sebagai bentuk peringatan dini yang justru melindungi pemerintah agar tetap berada pada jalur yang benar. Ia mengutip sebuah pepatah yang menggambarkan bahwa seseorang yang memberikan peringatan—meskipun terkadang tidak menyenangkan untuk didengar—sebenarnya sedang berupaya menyelamatkan kita dari kesalahan.

Ringkasan

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyambut baik apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap posisi PDIP sebagai partai oposisi. PDIP menegaskan bahwa peran mereka di luar pemerintahan bertujuan untuk menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan pandangan alternatif atau second opinion agar kebijakan pemerintah dapat berjalan lebih optimal bagi negara.

Presiden Prabowo mengakui bahwa kritik keras dari PDIP merupakan bagian penting dari proses refleksi diri dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia memandang masukan tersebut sebagai bentuk peringatan dini yang konstruktif untuk memastikan pemerintah tetap berada di jalur yang tepat dalam melayani kepentingan masyarakat luas.

Advertisements