RUPST Adhi Karya (ADHI) rombak komisaris dan direksi, ini susunan pengurus barunya

  • Ipank Wima
  • May 08, 2026

JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) secara resmi mengumumkan perombakan besar dalam jajaran dewan komisaris dan direksi perusahaan. Keputusan strategis ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada Kamis (7/5/2026) di ADHI Tower, Jakarta.

Advertisements

Dalam pertemuan tahunan tersebut, para pemegang saham menyetujui perubahan komposisi pengurus perseroan sebagai bagian dari agenda utama. Selain rotasi kepemimpinan, RUPST juga membahas sejumlah poin penting lainnya, mulai dari persetujuan laporan tahunan, penetapan remunerasi, penunjukan akuntan publik, hingga perubahan anggaran dasar perseroan.

Perubahan di kursi dewan komisaris ditandai dengan pemberhentian dengan hormat Bob Arthur Lombogia dari jabatannya. Sebagai suksesi, rapat menyetujui pengangkatan Alexander Rubi Satyoadi untuk memperkuat jajaran pengawas perusahaan.

Berikut adalah susunan terbaru Dewan Komisaris ADHI:

  1. Dody Usodo Hargosuseno sebagai Komisaris Utama
  2. Alexander Rubi Satyoadi sebagai Komisaris
  3. Amelia Tetriana sebagai Komisaris
  4. R. Erwin Moeslimin Singajuru sebagai Komisaris Independen
  5. Elan Suherlan sebagai Komisaris Independen
  6. Rustam Sofyan Sirait sebagai Komisaris Independen

Penyegaran organisasi juga merambah ke jajaran direksi. RUPST memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Alloysius Suko Widigdo dari posisi Direktur Operasi I. Bersamaan dengan langkah tersebut, ADHI melakukan penyesuaian nomenklatur jabatan serta restrukturisasi susunan direksi guna meningkatkan efektivitas kinerja operasional.

Advertisements

Berikut adalah susunan terbaru Direksi ADHI:

  1. Moeharmein Zein Chaniago sebagai Direktur Utama
  2. Harimawan sebagai Direktur Operasi I
  3. Yan Arianto sebagai Direktur Operasi II
  4. Bani Iqbal sebagai Direktur Keuangan
  5. Ki Syahgolang Permata sebagai Direktur Human Capital dan Legal
  6. Vera Kirana sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko

Melalui hasil RUPST tersebut, terdapat perubahan nama jabatan pada posisi Vera Kirana yang kini menjabat sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko. Selain itu, posisi Harimawan dan Yan Arianto juga disesuaikan masing-masing menjadi Direktur Operasi I dan Direktur Operasi II.

Corporate Secretary Adhi Karya, Rozi Sparta, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah terukur untuk memperkokoh fondasi perusahaan. Menurutnya, seluruh keputusan dalam RUPST diarahkan untuk memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) dan menjaga keberlanjutan bisnis di masa depan.

“Keputusan yang diambil merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat tata kelola, menjaga kesinambungan bisnis, serta mendukung tercapainya target kinerja dan strategi pertumbuhan ke depan,” jelas Rozi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (8/5).

Selain fokus pada manajemen, RUPST juga menuntaskan agenda korporasi terkait struktur permodalan. Pemegang saham menyetujui perubahan status 54.087.737 lembar Saham Seri B milik BP BUMN menjadi Saham Seri A Dwiwarna. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ringkasan

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) resmi merombak jajaran komisaris dan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Perubahan ini melibatkan pengangkatan Alexander Rubi Satyoadi sebagai komisaris serta penyesuaian nomenklatur jabatan direksi yang kini dipimpin oleh Moeharmein Zein Chaniago. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung target kinerja dan strategi pertumbuhan di masa depan.

Selain restrukturisasi organisasi, RUPST menyetujui perubahan status sejumlah saham menjadi Saham Seri A Dwiwarna sesuai dengan Undang-Undang BUMN terbaru. Agenda rapat juga mencakup pengesahan laporan tahunan, penetapan remunerasi, hingga penunjukan akuntan publik. Transformasi manajemen ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kinerja operasional serta menjaga kesinambungan bisnis perseroan secara keseluruhan.

Advertisements