Trump Tolak Iran Buka Kembali Selat Hormuz: Eskalasi Baru?

  • Ipank Wima
  • Apr 30, 2026

JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Alih-alih melunak, Trump justru memilih untuk mempertahankan blokade Angkatan Laut AS sebagai strategi utama guna memberikan tekanan maksimal terhadap program nuklir Iran.

Advertisements

Dalam pernyataannya yang dilansir dari Antara pada Kamis (30/4), Trump menilai langkah ini lebih strategis dibandingkan opsi militer langsung. “Blokade ini terbukti sedikit lebih efektif dibandingkan pengeboman. Kondisi mereka sedang tercekik dan situasi ini akan menjadi jauh lebih buruk bagi Iran,” ujar Trump.

Lebih lanjut, Trump mengeklaim bahwa Iran saat ini sedang berupaya mencari celah kesepakatan agar blokade AS terhadap jalur pelayaran strategis tersebut dapat segera dicabut. Namun, sang presiden tetap bergeming. Ia menolak tawaran Iran yang ingin menunda pembahasan isu nuklir, dengan menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap memastikan Iran tidak memiliki akses atau kemampuan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Trump juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan Iran akibat kebijakan tersebut. Ia menyebutkan bahwa ketidakmampuan negara tersebut dalam mengekspor minyak telah membuat infrastruktur nasional Iran berada di titik kritis, atau dalam bahasanya, hampir meledak.

Tekanan Politik Memuncak! Donald Trump Didesak Akhiri Perang Iran yang Makan Banyak Biaya

Advertisements

Di balik ketegangan yang terus berlangsung, situasi diplomatik yang buntu membuat tensi keamanan semakin meningkat. Sumber yang dikutip oleh Axios mengungkapkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menyusun rencana strategis berupa serangan udara yang bersifat singkat namun memiliki dampak kuat. Opsi militer ini disiapkan sebagai respons jika Iran tetap menolak untuk mengalah.

Meskipun rencana tersebut telah dipersiapkan oleh pihak militer, hingga saat ini Trump belum memberikan otorisasi resmi untuk melancarkan tindakan militer apa pun. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti kawasan Selat Hormuz.

Ringkasan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memilih tetap mempertahankan blokade angkatan laut sebagai bentuk tekanan maksimal. Kebijakan ini dinilai Trump lebih efektif daripada opsi militer dalam menghambat program nuklir Iran serta menekan ekonomi negara tersebut melalui penghentian ekspor minyak. Akibatnya, infrastruktur nasional Iran dilaporkan berada dalam kondisi kritis karena tercekik oleh sanksi ekonomi yang ketat.

Di sisi lain, ketegangan yang terus meningkat memicu Komando Pusat AS untuk menyusun rencana serangan udara sebagai langkah antisipasi jika diplomasi tetap menemui jalan buntu. Meskipun rencana militer telah disiapkan, hingga saat ini belum ada otorisasi resmi dari Presiden Trump untuk melancarkan serangan tersebut. Kini, dunia internasional masih menanti perkembangan situasi lebih lanjut di tengah ketidakpastian yang menyelimuti kawasan strategis Selat Hormuz.

Advertisements