BRI Finance Naikkan Harga Pembiayaan Imbas Kenaikan BI Rate

  • Ipank Wima
  • May 27, 2026

Balihow JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance menegaskan komitmennya untuk mempertahankan penyaluran pembiayaan secara selektif. Langkah ini diambil di tengah dinamika kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang kini telah mencapai 5,25%, sebuah kebijakan yang menuntut kehati-hatian lebih dari para pelaku industri keuangan.

Advertisements

Aditia Fakhri Ramadhani, Corporate Secretary BRI Finance, menjelaskan bahwa pergerakan BI Rate merupakan salah satu faktor krusial yang selalu menjadi perhatian Perseroan dalam menentukan strategi pricing pembiayaan. “Kenaikan BI Rate tentunya menjadi salah satu faktor yang diperhatikan Perseroan dalam menentukan pricing pembiayaan,” ujarnya baru-baru ini.

Penyesuaian bunga kredit atau pembiayaan oleh BRI Finance dilakukan secara bertahap dan terukur. Pendekatan ini mempertimbangkan berbagai aspek penting, termasuk kondisi pasar yang fluktuatif, daya beli masyarakat yang mungkin terpengaruh, serta menjaga daya saing perusahaan di industri multifinance. Dengan demikian, keputusan penetapan harga dibuat dengan cermat agar tetap relevan dan berkelanjutan.

Di tengah tantangan tersebut, BRI Finance tidak mengendurkan target penyaluran pembiayaan untuk tahun ini. Namun, penekanannya tetap pada pelaksanaan yang selektif, dengan mengutamakan kualitas portofolio dan senantiasa berpegang pada prinsip kehati-hatian. Ini adalah fondasi utama untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat dan stabil.

Menghadapi tekanan pada daya beli masyarakat dan potensi risiko, BRI Finance telah menyiapkan sejumlah strategi proaktif. Perusahaan mengedepankan pendekatan selective growth dan prudent financing, yang berarti fokus pada peningkatan kualitas portofolio pembiayaan dan penguatan manajemen risiko secara menyeluruh. Selain itu, optimalisasi captive market dan program joint financing bersama Grup BRI menjadi pilar penting untuk menopang pertumbuhan bisnis di tengah ketidakpastian.

Advertisements

Lebih lanjut, Ramadhani menambahkan bahwa perusahaan juga secara konsisten melakukan efisiensi biaya operasional, menerapkan pengelolaan pricing yang selektif, serta memperkuat fungsi collection dan monitoring kualitas aset. Langkah-langkah ini krusial untuk menjaga profitabilitas perusahaan tetap optimal dan menekan potensi risiko kredit bermasalah di tengah gejolak suku bunga. Dengan demikian, BRI Finance berupaya memastikan kinerja keuangan yang solid dan berkesinambungan.

Ringkasan

Menanggapi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25%, BRI Finance akan melakukan penyesuaian harga pembiayaan secara bertahap dan terukur. Keputusan ini mempertimbangkan dinamika pasar, daya beli masyarakat, dan daya saing perusahaan. Meskipun demikian, BRI Finance tetap berkomitmen mempertahankan target penyaluran pembiayaan dengan fokus pada selektivitas dan kualitas portofolio.

Untuk menghadapi ketidakpastian, BRI Finance menerapkan strategi selective growth dan prudent financing, serta mengoptimalkan captive market dan program joint financing bersama Grup BRI. Perusahaan juga terus melakukan efisiensi biaya operasional, memperkuat fungsi collection dan monitoring aset untuk menjaga profitabilitas dan menekan risiko kredit.

Advertisements

Related Post :