
Dua korban kecelakaan yang sebelumnya sempat dipulangkan dari RSUD Kota Bekasi harus kembali menjalani perawatan intensif. Keputusan ini diambil setelah keduanya mengalami keluhan kesehatan lanjutan, termasuk gejala sesak napas yang muncul beberapa hari pasca-kejadian.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi, dr. Sudirman, menjelaskan bahwa pada awalnya kedua pasien tersebut datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan kondisi yang dinilai ringan. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh tim dokter, mereka saat itu diperbolehkan pulang karena tidak menunjukkan keluhan yang mengkhawatirkan.
“Ada dua pasien yang sebelumnya masuk ke IGD. Karena kondisinya dinilai ringan dan tidak ada keluhan berarti, mereka diperbolehkan pulang,” ujar dr. Sudirman saat ditemui di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4).
Namun, kondisi kesehatan keduanya justru memburuk beberapa hari kemudian. Mereka pun segera kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih serius. “Dua hari setelahnya, muncul keluhan sesak napas. Mereka akhirnya kembali masuk ke IGD kami dan saat ini sedang dalam perawatan intensif di bawah pemantauan tim medis,” lanjutnya.
Lebih lanjut, dr. Sudirman memaparkan bahwa hingga saat ini terdapat total 17 pasien korban kecelakaan yang menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya memerlukan tindakan bedah karena mengalami luka yang cukup parah.
“Hari ini ada tiga pasien yang menjalani operasi. Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan cedera masing-masing. Jika kondisinya ringan, kami pulangkan, namun untuk kasus yang berat, kami pastikan mereka mendapatkan perawatan penuh,” tambahnya.
Terkait prosedur medis yang dilakukan, dr. Sudirman menyebutkan bahwa salah satu korban harus menjalani operasi bedah besar pada area rongga perut (abdomen). Meski demikian, ia menyatakan bahwa rincian medis mendalam mengenai tindakan spesifik akan disampaikan lebih lanjut oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) terkait.
Untuk memastikan penanganan yang optimal, pihak RSUD Kota Bekasi telah mengerahkan tim medis multidisiplin. Tim tersebut terdiri dari spesialis bedah, spesialis ortopedi, hingga spesialis bedah saraf. Pihak rumah sakit juga siap melakukan konsultasi tambahan dengan dokter spesialis lain, seperti spesialis penyakit dalam dan neurologi, jika diperlukan.
Ke depannya, pihak rumah sakit juga telah merencanakan program fisioterapi bagi para korban. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemulihan atau recovery untuk mengembalikan fungsi organ tubuh para pasien agar dapat pulih secara optimal.
Ringkasan
Dua korban kecelakaan kereta yang sempat dipulangkan dari RSUD Kota Bekasi harus kembali mendapatkan perawatan intensif karena mengalami keluhan kesehatan lanjutan, termasuk gejala sesak napas. Awalnya, kedua pasien tersebut diperbolehkan pulang karena tim medis menilai kondisi mereka ringan dan tidak menunjukkan gejala mengkhawatirkan pascakejadian.
Saat ini, RSUD Kota Bekasi menangani total 17 pasien korban kecelakaan, di mana tiga di antaranya memerlukan tindakan operasi, termasuk bedah besar pada bagian perut. Pihak rumah sakit telah mengerahkan tim medis multidisiplin serta merencanakan program fisioterapi untuk memastikan pemulihan optimal bagi seluruh korban.