Energi Mega Persada (ENRG) kucurkan pinjaman ke anak usaha pakai dana hasil obligasi

  • Ipank Wima
  • Jun 01, 2026

JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) resmi menyalurkan pinjaman kepada dua anak usahanya, yakni PT Energi Maju Abadi (EMA) dan PT Imbang Tata Alam (ITA). Transaksi afiliasi ini dilakukan sebagai bagian dari realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026.

Advertisements

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), penyaluran dana tersebut dilakukan pada 22 Mei 2026. Dana yang dipinjamkan bersumber dari hasil bersih obligasi yang telah diterbitkan perusahaan sebelumnya.

Alokasi Dana untuk Pelunasan Utang Anak Usaha

Dalam skema transaksi ini, PT Energi Maju Abadi (EMA) menerima pinjaman sebesar US$ 11,89 juta atau setara dengan Rp 210,79 miliar. Dana tersebut telah dimanfaatkan oleh EMA untuk melunasi sisa pokok utang kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Selain EMA, PT Imbang Tata Alam (ITA) juga mendapatkan kucuran dana sebesar US$ 5,50 juta atau sekitar Rp 97,54 miliar. Sama halnya dengan EMA, dana tersebut digunakan oleh ITA untuk membayar sebagian pokok utang fasilitas kredit A yang juga tercatat di Bank Mandiri.

Advertisements

Pihak manajemen ENRG menegaskan bahwa langkah ini telah sesuai dengan rencana penggunaan dana PUB I Tahap III yang telah diungkapkan dalam dokumen penawaran umum sebelumnya.

Ketentuan Pinjaman dan Dampak Operasional

Mengenai detail pengembalian, Wakil Direktur Utama ENRG, Edoardus Ardianto, dalam keterbukaan informasi pada Jumat (29/5/2026) menjelaskan bahwa setiap pinjaman memiliki tenor maksimal 5 tahun sejak tanggal pencairan. Adapun tingkat bunga yang dikenakan sebesar 9,25% per tahun, yang disesuaikan dengan tingkat bunga obligasi seri C perusahaan dalam PUB I Tahap III.

Mengingat posisi ENRG sebagai pemegang saham langsung maupun tidak langsung pada EMA dan ITA, pemberian fasilitas pinjaman ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi. Namun, manajemen memastikan bahwa transaksi ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Langkah strategis ini mencerminkan komitmen ENRG dalam memperkuat struktur permodalan anak usahanya guna menjaga stabilitas kinerja keuangan grup secara keseluruhan di tengah prospek industri energi yang kian dinamis pada 2026.

Cermati Prospek Kinerja ENRG

Bagi para investor, langkah efisiensi melalui pelunasan utang ini menjadi catatan penting dalam memantau prospek kinerja ENRG ke depan. Dengan adanya temuan cadangan minyak baru dan langkah restrukturisasi utang yang terjaga, kinerja perusahaan diharapkan tetap kompetitif. Investor disarankan untuk terus mencermati rekomendasi saham serta perkembangan fundamental Energi Mega Persada guna mengukur potensi pertumbuhan nilai investasi di masa mendatang.

Ringkasan

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) telah menyalurkan pinjaman kepada dua anak usahanya, yakni PT Energi Maju Abadi (EMA) dan PT Imbang Tata Alam (ITA), menggunakan dana hasil obligasi. Pinjaman sebesar US$ 11,89 juta untuk EMA dan US$ 5,50 juta untuk ITA digunakan untuk melunasi pokok utang kedua perusahaan tersebut di Bank Mandiri. Langkah ini sesuai dengan rencana penggunaan dana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap III yang telah ditetapkan sebelumnya.

Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor maksimal lima tahun dengan suku bunga 9,25% per tahun. Manajemen ENRG menegaskan bahwa transaksi afiliasi ini tidak memberikan dampak negatif terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. Strategi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan anak usaha guna menjaga stabilitas kinerja grup di tengah industri energi yang dinamis.

Advertisements

Related Post :