
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja keuangan PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sangat solid dan berkelanjutan. Perseroan berhasil mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan, mencapai angka Rp 577 miliar. Tak hanya itu, CYBR juga sukses membalikkan keadaan dari rugi menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar, sebuah pencapaian yang mengesankan.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie, menyoroti bahwa pertumbuhan impresif ini bukan sekadar efek sesaat, melainkan ditopang oleh perbaikan fundamental yang kuat dan mendalam. “Kami menilai kualitas pertumbuhan CYBR sepanjang tahun 2025 cukup solid dan bersifat berkelanjutan, bukan sekadar efek one-off,” jelasnya kepada Kontan, Jumat (29/5/2026), menegaskan fundamental perseroan semakin kokoh.
Perbaikan kinerja ini secara signifikan didorong oleh segmen services, yang merupakan penopang utama pendapatan perusahaan. Segmen ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 74,8% secara tahunan, menyumbang Rp479,1 miliar. Selain itu, lini bisnis baru di bidang cybersecurity dan pelatihan AI juga memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan keseluruhan ITSEC Asia Tbk.
Secara fundamental, Adrian Djie menekankan bahwa perbaikan tersebut sangat tercermin pada struktur margin perusahaan. Gross profit margin CYBR berhasil berekspansi dari 36% pada tahun fiskal 2024 menjadi 54% pada tahun fiskal 2025. Peningkatan margin ini krusial karena sukses membalikkan kerugian operasional menjadi keuntungan, menandakan efisiensi dan profitabilitas yang meningkat.
Proyeksi Wall Street Pekan Depan: Fokus ke Rilis Data Tenaga Kerja & Arah Suku Bunga
Melihat ke depan, Adrian memproyeksikan kinerja CYBR untuk tahun 2026 akan tetap positif dan menjanjikan. Proyeksi ini didukung oleh visibilitas pendapatan yang kuat dari perseroan. “Untuk proyeksi tahun 2026, kami melihat prospek pendapatan CYBR akan tetap solid dengan visibilitas yang baik, didukung oleh aliran pendapatan berulang dari kontrak-kontrak jangka panjang perseroan,” tambahnya, menunjukkan stabilitas pendapatan di masa depan.
Terkait potensi tambahan dana sebesar Rp14,83 miliar dari konversi Waran Seri I, Adrian menilai nilainya memang moderat, namun tetap memiliki peran yang strategis bagi perusahaan. “Kami melihatnya sebagai tambahan modal kerja yang akan memberikan fleksibilitas pendanaan bagi CYBR dalam mengeksekusi rencana ekspansi organiknya,” ujarnya, menyoroti peran penting dalam mendukung pertumbuhan.
Dari sisi manajemen, kehadiran jajaran direksi baru juga dipandang sebagai katalis positif yang berpotensi mendorong pertumbuhan bisnis ITSEC Asia Tbk lebih jauh. “Kami berekspektasi bahwa penyegaran manajemen ini akan menjadi katalis positif untuk memperluas jaringan kemitraan strategis CYBR ke depannya,” imbuh Adrian, menekankan potensi perluasan jangkauan bisnis.
Sementara itu, keputusan perseroan untuk tidak membagikan dividen dan menahan laba dinilai sebagai langkah strategis yang tepat untuk mendukung upaya ekspansi. “Kami menilai alokasi modal tersebut akan lebih optimal jika difokuskan pada penguatan operasional kontrak besar, rekrutmen tenaga ahli keamanan siber, serta pengembangan ekosistem produk konsumer,” paparnya, menunjukkan prioritas investasi pada area kunci.
IHSG Berpotensi Terkoreksi Pekan Depan, Simak Rekomendasi Saham Berikut
Secara teknikal, Adrian juga melihat adanya potensi penguatan pada saham CYBR dalam jangka pendek. “Secara teknikal, kami melihat adanya potensi rebound dengan target harga jangka pendek di level Rp 665, didukung valuasi yang masih cukup atraktif,” tutupnya, memberikan gambaran prospek menarik bagi investor.
Ringkasan
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatatkan pertumbuhan kinerja solid pada tahun buku 2025 dengan kenaikan pendapatan sebesar 62,1 persen menjadi Rp 577 miliar. Perusahaan berhasil membalikkan keadaan dari rugi menjadi laba bersih senilai Rp 65 miliar yang didukung oleh performa kuat di segmen layanan. Selain itu, ekspansi margin laba kotor dari 36 persen ke 54 persen menandakan efisiensi operasional yang semakin membaik dan fundamental yang kokoh.
Proyeksi kinerja untuk tahun 2026 diperkirakan tetap positif berkat aliran pendapatan berulang dari kontrak jangka panjang dan strategi ekspansi organik. Kehadiran manajemen baru serta tambahan modal kerja dari konversi waran diharapkan menjadi katalis untuk memperluas kemitraan strategis perusahaan. Secara teknikal, saham CYBR direkomendasikan dengan target harga jangka pendek pada level Rp 665 karena valuasinya dinilai masih cukup atraktif.