Ibunda aktivis yang diculik Israel minta Prabowo selamatkan anaknya

  • Ipank Wima
  • May 20, 2026

Sutrawati Kaharuddin (52), ibunda dari Andi Angga Parasadewa (32), seorang aktivis kemanusiaan asal Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tengah dirundung kecemasan mendalam. Sang putra dilaporkan diculik oleh pasukan militer Israel saat tengah menjalankan misi kemanusiaan. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, Sutrawati memohon bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengupayakan pembebasan putranya.

Advertisements

“Saya memohon kepada pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo untuk segera menyelamatkan rakyatnya, anak saya Angga,” ujar Sutrawati saat ditemui di Makassar, Selasa (19/5). Ia menegaskan bahwa sang putra berangkat dari Tanah Air murni untuk mengemban misi kemanusiaan dari lembaga Rumah Zakat.

Sutrawati meyakini putranya tidak terlibat dalam aksi kekerasan apa pun. “Saya minta tolong agar dia diselamatkan, karena anak saya bukan teroris yang membawa senjata. Dia hanya membawa bantuan berupa makanan dan obat-obatan untuk masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya dengan penuh harap.

Ditawan Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan

Andi Angga, yang merupakan alumni Pesantren IMMIM (IAPIM 2011–2016), dikenal aktif sebagai relawan. Dalam misi kali ini, ia tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Saat sedang mengawal bantuan kemanusiaan tersebut, rombongan kapal relawan diduga dicegat dan diculik oleh pasukan Zionis Israel di wilayah laut lepas. Sebelum hilang kontak, Andi sempat mengirimkan pesan darurat (SOS) yang mengonfirmasi insiden tersebut.

Advertisements

Berangkat Melalui Jalur Laut dari Turki

Sutrawati menjelaskan bahwa Andi memulai perjalanannya menuju Gaza dari Marmaris Cruise Port, Turki. Ia bergabung dalam iring-iringan besar yang terdiri dari 56 kapal dalam misi kemanusiaan internasional. Namun, sebelum mencapai titik tujuan, tepatnya sekitar 250 mil laut dari lokasi, rombongan tersebut dikabarkan disergap oleh militer Israel.

Rasa khawatir Sutrawati memuncak ketika komunikasi terakhir dengan putranya terputus pada pukul 15.00 WITA. “Waktu putus kontak itu jam 3 sore, WhatsApp-nya sudah centang satu. Biasanya dia selalu membalas pesan saya. Sebelum itu, saya sempat mengingatkan dia untuk terus berdoa dan beristighfar selama menjalankan tugas,” kenang Sutrawati dengan haru.

Pesan Terakhir Sebelum Hilang Kontak

Sebelum berangkat, Andi rupanya telah memiliki firasat dan memberikan pesan kepada adiknya mengenai kemungkinan terburuk yang bisa terjadi selama misi di laut. Ia menyadari sepenuhnya risiko tinggi yang akan dihadapi.

“Dia berpesan kepada adiknya, sampaikan kepada Bunda untuk tidak kaget. Jika suatu saat ia tidak bisa dihubungi, itu artinya dia telah membuang ponselnya ke laut agar tidak disalahgunakan pihak lain,” ujar Sutrawati. Tidak lama setelah komunikasi terputus, beredar rekaman video di media sosial yang menunjukkan momen intersepsi terhadap rombongan kapal tersebut, yang membuat sang ibu semakin yakin akan nasib putranya.

Hingga saat ini, tercatat ada tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga diculik oleh militer Israel dalam misi tersebut, yakni:

  1. Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk
  2. Rahendro Herubowo (Eks jurnalis iNews) – Kapal Ozgurluk
  3. Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Kapal Boralize
  4. Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo) – Kapal Ozgurluk
  5. Andi Angga (Aktivis) – Kapal Josef
  6. Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis) – Kapal Zafiro
  7. Ronggo Wirasano (Aktivis) – Kapal Zafiro

Ringkasan

Sutrawati Kaharuddin memohon bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk mengupayakan pembebasan putranya, Andi Angga Parasadewa, yang diduga diculik oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan. Andi, seorang aktivis dari Rumah Zakat, tergabung dalam rombongan Global Peace Convoy yang berangkat dari Turki menuju Gaza untuk menyalurkan bantuan makanan dan obat-obatan. Keluarga menegaskan bahwa Andi murni menjalankan tugas kemanusiaan dan tidak terlibat dalam aksi kekerasan apa pun.

Komunikasi dengan Andi terputus setelah rombongan kapal relawan tersebut dicegat oleh militer Israel di perairan lepas. Selain Andi, terdapat enam warga negara Indonesia lainnya yang dilaporkan turut ditawan dalam insiden yang melibatkan puluhan kapal kemanusiaan internasional tersebut. Pihak keluarga saat ini menanti langkah pemerintah untuk menjamin keselamatan seluruh WNI yang masih berada dalam ketidakpastian nasib.

Advertisements