Asing gempur saham big banks, BBCA tertekan di level terendah sejak Oktober 2021

  • Ipank Wima
  • May 31, 2026

JAKARTA – Sepanjang pekan lalu, sektor perbankan dengan kapitalisasi besar atau big banks menjadi sasaran utama aksi jual oleh investor asing. Fenomena ini memicu tekanan pada pergerakan harga saham emiten-emiten perbankan papan atas di Bursa Efek Indonesia.

Advertisements

Di antara jajaran saham big banks seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham BBCA tercatat mengalami koreksi paling signifikan.

Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (29/5/2026), harga saham BBCA merosot 4,6% ke level Rp 5.700 per saham. Angka tersebut menandai level terendah saham BBCA sejak 1 Oktober 2021, atau sejak masa pandemi Covid-19. Secara akumulatif, saham BBCA terkoreksi 3,39% dalam sepekan terakhir.

Tekanan jual ini dipicu oleh aksi lepas muatan yang masif dari investor asing. Tercatat, sepanjang periode 25-29 Mei 2026, terjadi aksi jual bersih (net sell) pada saham BBCA mencapai Rp 2,3 triliun. Secara spesifik, pada perdagangan hari Jumat saja, asing mencatatkan net sell senilai Rp 2 triliun pada saham tersebut.

Tekanan serupa juga dialami oleh saham BBRI, yang menjadi saham dengan penurunan terdalam kedua setelah BBCA. Pada hari Jumat, saham BBRI ditutup melemah 3,91% di posisi Rp 2.950 per saham, sehingga akumulasi penurunan mingguan mencapai 3,28%. Investor asing terlihat melepas saham BBRI dengan nilai net sell sebesar Rp 888,3 miliar dalam sepekan, dengan porsi Rp 738 miliar terjadi pada perdagangan Jumat.

Advertisements

Sementara itu, saham BBNI juga tidak luput dari koreksi pasar. Saham BBNI ditutup turun 3,65% di level Rp 3.700 per saham pada akhir pekan lalu, yang membawa pelemahan mingguan sebesar 2,21%. Dalam periode tersebut, asing membukukan net sell saham BBNI sebesar Rp 201,5 miliar, dengan Rp 143,7 miliar di antaranya terjadi pada hari Jumat.

Di sisi lain, saham BMRI mencatatkan penurunan yang relatif lebih moderat dibandingkan emiten perbankan besar lainnya. Saham BMRI melemah 1,21% ke level Rp 4.080 per saham pada Jumat, dan terkoreksi tipis 0,97% selama sepekan. Meskipun penurunannya paling kecil, BMRI tetap mencatat aliran keluar modal asing sebesar Rp 907,9 miliar dalam kurun waktu seminggu, di mana Rp 389,8 miliar di antaranya terjadi pada perdagangan Jumat.

Rupiah Melemah Berpotensi Mendorong Bisnis Hedging Perbankan

Ringkasan

Sepanjang pekan terakhir, sektor perbankan dengan kapitalisasi besar (big banks) di Bursa Efek Indonesia mengalami tekanan jual yang masif dari investor asing. Aksi jual bersih ini berdampak signifikan pada penurunan harga saham emiten perbankan utama, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat koreksi paling dalam hingga mencapai level terendah sejak Oktober 2021.

Selain BBCA, saham perbankan besar lainnya seperti BBRI, BBNI, dan BMRI juga turut mengalami pelemahan harga akibat arus keluar modal asing yang besar. BBRI tercatat mengalami penurunan terdalam kedua setelah BBCA, sementara BMRI mencatat koreksi yang relatif lebih moderat dibandingkan emiten perbankan besar lainnya sepanjang periode perdagangan tersebut.

Advertisements

Related Post :