Rupiah Anjlok ke Rp17.425, Prabowo Panggil Gubernur BI dan Ketua OJK

  • Ipank Wima
  • May 05, 2026

Presiden Prabowo Subianto secara khusus memanggil jajaran Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/5). Pemanggilan mendadak ini dilakukan di tengah tekanan hebat terhadap nilai tukar rupiah yang tercatat sempat menembus level Rp 17.425 per dolar AS. Angka tersebut menjadi salah satu titik terlemah mata uang Garuda sepanjang sejarah ekonomi Indonesia.

Advertisements

Sejumlah pejabat tinggi yang tergabung dalam KSSK terpantau hadir memenuhi panggilan tersebut. Di antaranya adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.

Selain pimpinan lembaga tersebut, hadir pula mendampingi di Istana yakni Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Juda Agung. Purbaya mengonfirmasi bahwa kehadirannya adalah untuk mendiskusikan dinamika persoalan ekonomi dalam negeri secara komprehensif bersama Presiden Prabowo.

Mengenai kondisi pelemahan nilai tukar rupiah yang terus tertekan, Purbaya memilih untuk tidak memberikan detail lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa segala kebijakan teknis dan intervensi yang berkaitan dengan stabilitas kurs merupakan ranah penuh dari Bank Indonesia.

Meski enggan berkomentar banyak soal teknis, Purbaya meyakini bahwa kuatnya fondasi ekonomi domestik saat ini akan menjadi modal penting dalam mempermudah upaya perbaikan nilai tukar di masa depan. “Dengan pondasi ekonomi yang bagus, tidak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar. Tapi itu bukan pekerjaan saya, nanti bank sentral yang menjelaskan bagaimana cara memperbaikinya,” ujar Purbaya optimis.

Advertisements

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, juga masih enggan memberikan tanggapan mendalam terkait situasi pasar mata uang saat ini. Perry hanya memberikan keterangan singkat kepada awak media setelah pertemuan berlangsung. “Nanti saja ya, tunggu,” kata Perry menutup pembicaraan.

Ringkasan

Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ke Istana Merdeka menyusul anjloknya nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp17.425 per dolar AS. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, serta Ketua Dewan Komisioner LPS untuk membahas dinamika ekonomi nasional terkini.

Pihak pemerintah menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar menjadi kewenangan penuh Bank Indonesia, namun tetap optimistis bahwa fondasi ekonomi domestik yang kuat dapat membantu perbaikan kurs di masa depan. Hingga saat ini, pihak otoritas terkait masih irit bicara mengenai langkah teknis maupun strategi intervensi yang akan diambil untuk menstabilkan kondisi pasar mata uang.

Advertisements

Related Post :