RUPST Bank Mandiri Setujui Dividen, Buyback, & Pengurus Baru

  • Ipank Wima
  • May 01, 2026

Bank Mandiri mencetak sejarah baru dengan menyepakati pembagian dividen senilai Rp 44,47 triliun, jumlah tertinggi sepanjang riwayat perseroan. Angka fantastis ini setara dengan 79 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025. Keputusan monumental tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026, bersamaan dengan persetujuan strategis lainnya seperti rencana pembelian kembali saham (buyback) dan perubahan susunan pengurus perseroan.

Advertisements

Dividen jumbo ini bersumber dari kinerja keuangan Bank Mandiri yang solid sepanjang tahun 2025, membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun. Kinerja gemilang ini ditopang oleh fundamental yang kuat, tercermin dari penyaluran kredit yang tumbuh impresif 13,4 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) mencapai Rp 1.895 triliun, serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melesat 23,9 persen YoY hingga menyentuh Rp 2.106 triliun.

Dari total dividen tersebut, sebesar Rp 9,3 triliun telah didistribusikan lebih awal sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026, sementara sisa pembayaran akan dibagikan kepada para pemegang saham pasca-penyelenggaraan RUPST. Dengan demikian, total dividen per saham (DPS) untuk kinerja tahun buku 2025 dari bank berkode emiten BMRI ini mencapai Rp 476,95, meningkat signifikan dibandingkan DPS tahun buku 2024 yang tercatat Rp 466,18 per lembar saham.

Capaian ini semakin menarik perhatian dengan dividend yield yang mencapai 10,77 persen, dihitung berdasarkan harga saham penutupan pada tanggal RUPST sebesar Rp 4.430 per lembar saham. Angka ini menempatkan Bank Mandiri sebagai salah satu emiten perbankan dengan dividend yield tertinggi di Tanah Air. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan, “Hal ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan nasional berdaya saing global.”

Riduan melanjutkan, “Keputusan pemegang saham hari ini mencerminkan kepercayaan atas fundamental yang kami jaga dan arah pertumbuhan yang kami bangun. Dividen ini sekaligus menjadi wujud tekad kami untuk Melayani Sepenuh Hati, sebagai mitra negara dan bagian dari ekosistem Danantara yang memperkuat kontribusi BUMN bagi masyarakat.” Pernyataan ini menegaskan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Bank Mandiri yang ditopang fundamental kuat.

Advertisements

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Akselerasi Penyaluran Pembiayaan Produktif Lewat KUR

Dari Pembiayaan hingga Aksi Nyata, Perjalanan Berkelanjutan Bank Mandiri yang Terus Bergerak di Hari Bumi 2026

Selain pembagian dividen, RUPST juga memberikan restu untuk rencana pembelian kembali saham (buyback) perseroan dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 1,17 triliun. Aksi korporasi ini akan dilaksanakan selama 12 bulan setelah persetujuan RUPST, yaitu hingga 29 April 2027. Saham hasil buyback nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi karyawan, Direksi, dan anggota Dewan Komisaris Non-Independen, sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah strategis ini ditempuh guna menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan yang didukung oleh fundamental yang kokoh.

Perubahan Susunan Pengurus Perseroan

Dalam mata acara lain, pemegang saham menyetujui sejumlah perubahan pada susunan Direksi dan Dewan Komisaris perseroan. RUPST memberhentikan dengan hormat Bapak Muhammad Yusuf Ateh dari jabatan Komisaris Bank Mandiri, serta memberhentikan dan mengangkat kembali Bapak Timothy Utama sebagai Direktur Operations Bank Mandiri.

Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris perseroan menjadi:

  • Komisaris Utama/Independen: Zulkifli Zaini
  • Wakil Komisaris Utama: Rudy Salahuddin Ramto*
  • Komisaris: Luky Alfirman
  • Komisaris: Yuliot
  • Komisaris Independen: Mia Amiati
  • Komisaris Independen: Bintoro K. Pardewo

Adapun susunan Direksi perseroan menjadi sebagai berikut:

  • Direktur Utama: Riduan
  • Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan
  • Direktur Operations: Timothy Utama
  • Direktur Human Capital & Compliance: Eka Fitria
  • Direktur Risk Management: Danis Subyantoro
  • Direktur Commercial Banking: Totok Priyambodo
  • Direktur Corporate Banking: Mochamad Rizaldi
  • Direktur Consumer Banking: Saptari
  • Direktur Treasury & International Banking: Ari Rizaldi
  • Direktur Finance & Strategy: Novita Widya Anggraini
  • Direktur Network & Retail Funding: Jan Winston Tambunan
  • Direktur Information & Technology: Sunarto

*)Efektif berlaku setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) Otoritas Jasa Keuangan dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menanggapi perubahan ini, Riduan menyampaikan, “Bank Mandiri menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Bapak Muhammad Yusuf Ateh atas kontribusi dan dedikasinya bagi pengembangan dan akselerasi bisnis Bank Mandiri. Kami meyakini susunan pengurus perusahaan terbaru akan mampu berkolaborasi secara aktif meneruskan kinerja solid yang telah dibukukan serta memenuhi amanat pemegang saham.”

Kinerja Berlanjut Solid, Kontribusi Optimal bagi Pemegang Saham

Keputusan RUPST yang optimistis ini ditopang oleh kinerja solid Bank Mandiri yang berlanjut hingga kuartal I 2026. Hingga Maret 2026, bank berlogo pita emas ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 15,4 triliun, tumbuh impresif 16,6 persen YoY. Profitabilitas juga terjaga apik dengan Return on Equity (ROE) bank only 22,1 persen, didukung oleh permodalan yang kuat tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) 19,7 persen.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank only Bank Mandiri juga melampaui rata-rata industri, mencapai Rp 1.530 triliun atau naik 17,4 persen YoY. Kualitas aset perseroan pun tetap terjaga optimal, dengan rasio non-performing loan (NPL) gross di level 0,98 persen. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 21,1 persen YoY menjadi Rp 1.675 triliun hingga Maret 2026.

Riduan kembali menegaskan komitmen, “Bank Mandiri siap mendukung akselerasi ekonomi nasional dengan hadir penuh untuk setiap segmen nasabah. Kami memposisikan diri sebagai mitra finansial yang tumbuh bersama nasabah dan agen pembangunan yang berjalan seiring dengan agenda pemerintah. Semangat Sinergi Majukan Negeri telah secara konsisten kami terapkan dalam langkah konkret yang menghidupkan UMKM, desa, dan sektor-sektor produktif di seluruh Tanah Air.”

Rekor dividen yang disepakati RUPST ini semakin memperkuat rekam jejak Bank Mandiri sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar di tataran BUMN. Ke depan, Bank Mandiri akan terus melanjutkan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi program prioritas nasional, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, Program 3 Juta Rumah, hingga pengelolaan lebih dari 6.000 rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Arah ini memperkuat posisi perseroan sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri dalam keluarga besar Danantara, sekaligus mempertegas komitmen pada tata kelola BUMN yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami akan menjaga fundamental, memperkuat tata kelola, dan memperluas peran sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri di bawah naungan Danantara lewat sinergi dengan BUMN agar setiap upaya Bank Mandiri berkontribusi pada Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” pungkas Riduan, menutup komitmen Bank Mandiri untuk pertumbuhan berkelanjutan dan kontribusi optimal bagi bangsa.

Ringkasan

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri telah menyepakati pembagian dividen sebesar Rp 44,47 triliun, yang mencakup 79 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Selain pembagian dividen tunai, perseroan juga mendapatkan persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp 1,17 triliun sebagai langkah strategis menjaga kepercayaan investor.

Dalam agenda RUPST tersebut, Bank Mandiri juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Keputusan ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid, di mana perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan penyaluran kredit yang signifikan, serta komitmen berkelanjutan dalam mendukung ekonomi nasional.

Advertisements

Related Post :