
JAKARTA – PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) mulai memitigasi potensi dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Langkah antisipasi ini difokuskan pada perlindungan portofolio kredit bank, terutama pada segmen wholesale dan korporasi yang dinilai paling sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter.
Presiden Direktur KB Bank, Kunardy Darma Lie, mengungkapkan bahwa tren kenaikan suku bunga berpotensi menurunkan minat ekspansi para debitur korporasi, khususnya untuk kebutuhan pembiayaan jangka panjang. Segmen wholesale menjadi sektor yang paling waspada karena mayoritas kredit di segmen ini menggunakan acuan suku bunga Compounded IndONIA.
Bank Besar Siap Hadapi Kenaikan BI Rate 50 Bps, Fokus Perkuat Dana Murah
“Kenaikan suku bunga secara langsung akan meningkatkan beban pendanaan bagi debitur, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan mereka untuk melakukan ekspansi bisnis jangka panjang,” ujar Kunardy kepada Kontan, Kamis (21/5/2026).
Sepanjang kuartal I-2026, KB Bank mencatatkan pertumbuhan kredit yang cenderung terbatas, yakni di angka Rp 43,19 triliun atau tumbuh 2,61% secara tahunan (year-on-year). Kondisi ini merupakan bagian dari strategi manajemen untuk memperketat sistem pengendalian internal serta menjaga kualitas aset di tengah ketidakpastian pasar. Sebagai langkah preventif, perseroan juga lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan jangka panjang dengan menerapkan skema floating rate guna meminimalisir risiko pasar di masa mendatang.
Meskipun performa awal tahun berjalan konservatif, manajemen KB Bank tetap menatap optimis sisa tahun 2026. Perseroan telah mengantongi berbagai pipeline bisnis serta komitmen pembiayaan baru yang diharapkan mampu mengakselerasi penyaluran kredit sesuai target Rencana Bisnis Bank (RBB), yakni di kisaran 10% hingga 11%.
Tren Lipstick Effect Meningkat, Paylater Topang Transaksi E-Commerce
Terkait penyesuaian suku bunga, Kunardy menegaskan bahwa KB Bank akan melakukannya secara bertahap dan selektif. Menurutnya, suku bunga deposito cenderung lebih cepat menyesuaikan dengan pergerakan cost of fund dan kondisi pasar. Sementara itu, penyesuaian suku bunga kredit akan tetap mempertimbangkan profil risiko debitur, daya saing pasar, serta prinsip kehati-hatian.
“Secara umum, ruang penyesuaian suku bunga berada pada kisaran 10 sampai 15 basis poin,” tambah Kunardy.
Untuk menekan dampak kenaikan suku bunga terhadap cost of fund, KB Bank kini memfokuskan strategi pada penguatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Dengan mengoptimalkan pendanaan murah serta tetap menjaga pertumbuhan berbasis ekosistem wholesale banking, manajemen yakin target pertumbuhan kredit tahun ini tetap realistis untuk dicapai. Fokus utama KB Bank ke depan adalah menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi yang menantang.
Ringkasan
PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) melakukan mitigasi terhadap dampak kenaikan suku bunga acuan BI sebesar 50 bps untuk melindungi portofolio kredit, khususnya di segmen wholesale dan korporasi. Strategi ini mencakup penerapan skema floating rate pada pembiayaan jangka panjang serta penyesuaian suku bunga secara selektif guna menjaga kualitas aset dan meminimalisir risiko pasar.
Selain pengetatan internal, KB Bank berupaya menekan beban biaya dana dengan mengoptimalkan pertumbuhan dana murah atau CASA. Meski pertumbuhan kredit pada kuartal I-2026 tercatat konservatif di angka 2,61%, manajemen tetap optimistis mencapai target pertumbuhan kredit tahunan sebesar 10% hingga 11% melalui penguatan ekosistem wholesale banking.