Transaksi BI-FAST KB Bank tumbuh 40% hingga April 2026

  • Ipank Wima
  • May 25, 2026

JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatatkan kinerja impresif pada sektor layanan digital sepanjang empat bulan pertama tahun 2026. Pertumbuhan positif ini terlihat dari tingginya volume transaksi melalui sistem BI-FAST yang selaras dengan tren adopsi digital perbankan secara nasional.

Advertisements

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), industri perbankan nasional mencatat volume transaksi ritel BI-FAST mencapai 1,89 miliar hingga April 2026, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 35% secara tahunan (year on year/YoY). Dari sisi nilai, transaksi tersebut menyentuh angka Rp 4.738 triliun atau naik 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Ekonom: Transmisi Kenaikan BI Rate ke Bunga Kredit Butuh Waktu 3–6 Bulan

KB Bank mampu menunjukkan performa yang kompetitif dengan pertumbuhan volume dan nilai transaksi BI-FAST di kisaran 40% YoY. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyebutkan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari kinerja pasar yang dinamis.

“Tren pertumbuhan ini sejalan dengan kinerja pasar,” ujar Kunardy kepada Kontan.co.id, Minggu (24/5/2026). Menurutnya, lonjakan transaksi tersebut didorong oleh tingginya tingkat digitalisasi di kalangan nasabah ritel maupun korporasi yang kini semakin mengandalkan BI-FAST sebagai metode transfer utama karena keunggulan keamanan, kecepatan, dan efisiensi biaya.

Advertisements

Baca Juga: BCA Masih Kaji Penyesuaian Bunga KPR Meski BI Rate Naik 50 Bps Jadi 5,25%

Saat ini, KB Bank terus berfokus memperluas basis pengguna aktif melalui aplikasi mobile banking KBstar. Salah satu strategi kunci yang dijalankan adalah program bebas biaya administrasi untuk transaksi BI-FAST bagi nasabah ritel.

“Kebijakan ini merupakan langkah investasi jangka panjang kami untuk meningkatkan penetrasi pengguna aktif sekaligus memperkuat loyalitas nasabah dalam ekosistem digital KB Bank,” tambah Kunardy. Ia berharap, pertumbuhan jumlah nasabah aktif akan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan berbasis komisi atau fee based income dari berbagai layanan di aplikasi KBstar.

Menatap masa depan, KB Bank optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir 2026. Perseroan juga mulai memperluas penetrasi ke segmen wholesale dengan memperkuat kolaborasi strategis bersama perusahaan fintech serta nasabah korporasi.

Baca Juga: OJK Beberkan Perkembangan Terbaru Pembentukan National Fraud Portal di IASC

Untuk mendukung ambisi tersebut, KB Bank kini meningkatkan kapabilitas Application Programming Interface (API) melalui standardisasi Standar Nasional Open API Pembayaran. Langkah ini bertujuan agar integrasi layanan BI-FAST dapat berjalan secara real time dan mempermudah mitra korporasi terhubung dengan ekosistem perbankan KB Bank.

“Pembaruan dan standardisasi API ini kami proyeksikan akan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak volume transaksi serta memperkuat kinerja digital banking KB Bank secara keseluruhan sepanjang tahun ini,” tutup Kunardy.

Ringkasan

KB Bank mencatatkan pertumbuhan volume dan nilai transaksi layanan BI-FAST sebesar 40% secara tahunan hingga April 2026. Kinerja positif ini sejalan dengan tren adopsi digital nasional dan didorong oleh tingginya penggunaan sistem BI-FAST oleh nasabah ritel maupun korporasi karena faktor keamanan serta efisiensi biaya.

Untuk mempertahankan tren tersebut, KB Bank mengoptimalkan aplikasi mobile banking KBstar melalui kebijakan bebas biaya administrasi dan memperluas penetrasi ke segmen korporasi. Selain itu, perseroan memperkuat kapabilitas API sesuai standardisasi nasional guna mempermudah integrasi layanan perbankan bagi mitra strategis dan perusahaan fintech.

Advertisements

Related Post :