Ledakan Bom Sisa Perang Dunia di Biak Tewaskan 5 Orang

  • Ipank Wima
  • Jun 01, 2026

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan padat penduduk di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5) sore. Insiden tragis ini menyebabkan lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga warga lainnya dilaporkan masih dalam pencarian.

Advertisements

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi identitas kelima korban meninggal tersebut. Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan upaya pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang pasca-kejadian.

Demi alasan keamanan, aparat kepolisian telah mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area tempat kejadian perkara (TKP). Kapolres Ari menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang garis polisi (police line) dengan radius pengamanan tertentu karena situasi di lokasi dianggap masih berbahaya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar TKP, agar sementara waktu tidak mendekati lokasi. Kami melakukan pengamanan ketat karena kondisi lingkungan belum sepenuhnya dinyatakan aman,” ujar Ari saat memberikan keterangan secara langsung, Minggu (31/5).

Dalam proses pemeriksaan awal, kepolisian menemukan serpihan mortir di lokasi ledakan. Penemuan ini menjadi petunjuk penting bagi tim penyelidik untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Saat ini, kepolisian tengah berkoordinasi intensif dengan tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana serta Laboratorium Forensik Polda Papua untuk melakukan identifikasi mendalam.

Advertisements

Diduga, ledakan tersebut berkaitan dengan sisa-sisa amunisi Perang Dunia II. Mengingat sejarahnya, Biak merupakan salah satu kawasan yang pernah diduduki oleh Jepang dan menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur pada tahun 1944. Wilayah ini menjadi titik strategis yang harus dikuasai pasukan Sekutu kala itu untuk melancarkan invasi ke Filipina.

“Kami telah menemukan serpihan mortir di lokasi. Saat ini kami berkoordinasi dengan tim Gegana dan Laboratorium Forensik Polda Papua untuk meneliti lebih lanjut mengenai asal-usul dan penyebab ledakan ini,” pungkas Ari.

Ringkasan

Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari sisa bom Perang Dunia II terjadi di kawasan padat penduduk di Kompleks Perikanan, Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5) sore. Insiden ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia, sementara tiga warga lainnya dilaporkan masih dalam pencarian. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi demi alasan keamanan.

Tim penyelidik telah menemukan serpihan mortir di tempat kejadian perkara sebagai petunjuk utama penyebab ledakan. Saat ini, kepolisian tengah berkoordinasi intensif dengan tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana serta Laboratorium Forensik Polda Papua untuk melakukan identifikasi mendalam. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa ledakan tersebut berkaitan dengan peninggalan sejarah pertempuran sengit di wilayah Biak pada tahun 1944.

Advertisements