Rupiah Melemah ke Rp 17.726 per Dolar AS Senin Pagi

  • Ipank Wima
  • May 25, 2026

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan awal pekan, Senin (25/5/2026). Hingga pukul 09.21 WIB, mata uang Garuda berada di level Rp 17.726 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini mencatatkan pelemahan sebesar 0,05% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang berada di angka Rp 17.717 per dolar AS.

Advertisements

Kondisi yang dialami rupiah pagi ini tampak kontras dengan pergerakan mata uang lainnya di Asia. Sementara mayoritas mata uang regional berhasil mencatatkan penguatan terhadap dolar AS, rupiah justru menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang tertekan.

Sentimen positif menyelimuti mata uang Asia, dengan baht Thailand memimpin penguatan sebesar 0,71%. Kinerja impresif ini diikuti oleh won Korea yang menguat 0,57%, peso Filipina naik 0,52%, serta dolar Taiwan yang tumbuh 0,39%. Selain itu, ringgit Malaysia dan dolar Singapura masing-masing turut menguat sebesar 0,29% dan 0,26%.

Bursa Asia Menguat Senin (25/5) Pagi, Ada Isyarat Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat

Tren penguatan juga terjadi pada yuan China sebesar 0,23%, yen Jepang 0,21%, dan dolar Hong Kong yang terapresiasi tipis sebesar 0,01% terhadap dolar AS.

Advertisements

Di sisi lain, pergerakan dolar AS secara global justru cenderung melemah. Indeks dolar yang menjadi tolok ukur nilai tukar mata uang AS terhadap mata uang utama dunia terpantau berada di level 99,00. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir pekan lalu yang berada di level 99,23.

Ringkasan

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah sebesar 0,05% ke level Rp 17.726 per dolar AS pada perdagangan Senin (25/5/2026) pagi. Pelemahan ini terjadi meskipun indeks dolar AS secara global justru cenderung menurun ke posisi 99,00 dibandingkan akhir pekan lalu.

Kondisi rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia yang justru mencatatkan penguatan terhadap dolar AS. Rupiah menjadi satu-satunya mata uang regional yang tertekan di tengah tren positif mata uang lain, seperti baht Thailand dan won Korea yang mengalami apresiasi signifikan.

Advertisements

Related Post :