
Melemahnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar rupiah menjadi salah satu sorotan utama dalam jajaran berita populer di kumparanBISNIS sepanjang hari Jumat (22/5). Selain dinamika pasar keuangan tersebut, rencana strategis PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait ekstensi jalur LRT menuju Bogor juga menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh publik. Berikut adalah rangkuman peristiwa selengkapnya.
Kondisi IHSG-Rupiah
Pasar modal Indonesia mengawali perdagangan Jumat (22/5) dengan tekanan signifikan. IHSG tercatat dibuka melemah sebesar 2,02 persen atau kehilangan 122 poin, yang membawanya ke level 5.972. Penurunan tajam ini cukup kontras mengingat mayoritas bursa saham di kawasan Asia justru menunjukkan tren penguatan pada hari yang sama.
Kondisi serupa dialami oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang turut terdepresiasi. Mengacu pada data Bloomberg, mata uang Garuda melemah 47 poin atau sekitar 0,27 persen ke level Rp 17.714 per dolar AS. Fluktuasi juga merambah pasar logam mulia, di mana harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau turun Rp 12.000 menjadi Rp 2.788.000 per gram, dengan harga jual kembali (buyback) di posisi Rp 2.592.000 per gram.
Berbeda dengan tren emas Antam, harga emas di Galeri24 justru mencatatkan kenaikan menjadi Rp 2.788.000 per gram dari posisi sebelumnya senilai Rp 2.756.000 per gram. Adapun harga buyback emas di Galeri24 kini dipatok sebesar Rp 2.615.000 per gram.
KAI Masih Kaji LRT Menuju Bogor
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA) saat ini tengah melakukan kajian mendalam mengenai potensi pengembangan jalur LRT hingga ke pusat Kota Bogor, tepatnya kawasan Baranangsiang. Studi komprehensif ini bertujuan untuk menjustifikasi nilai investasi yang besar melalui proyeksi peningkatan volume penumpang serta potensi pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD).
I Gede Darmayusa, Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi KAI, mengungkapkan bahwa lintas Bogor memegang peran vital karena menyumbang sekitar 50 persen dari total 1,1 juta penumpang harian yang dilayani KAI Commuter. Selain pengembangan LRT, KAI juga mengeksplorasi penambahan jalur KRL lintas Bogor hingga Sukabumi serta pembangunan emplacement 678 di Bogor yang diprediksi mampu meningkatkan kapasitas operasional hingga 80 rangkaian kereta per hari.
Dalam pertimbangan teknisnya, manajemen KAI mencatat bahwa satu rangkaian KRL dengan format 12 gerbong menawarkan kapasitas angkut dua kali lipat lebih besar dibandingkan LRT yang hanya terdiri dari empat gerbong per rangkaian. Serangkaian langkah strategis ini merupakan upaya nyata KAI untuk menekan tingkat okupansi yang tinggi sekaligus meningkatkan standar kenyamanan bagi para pengguna setia di lintas Bogor.
Ringkasan
Pasar modal Indonesia mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (22/5), di mana IHSG tercatat melemah 2,02 persen ke level 5.972. Tren negatif ini juga diikuti oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terdepresiasi ke posisi Rp 17.714 per dolar AS. Selain itu, harga emas Antam terpantau mengalami penurunan, sedangkan harga emas di Galeri24 justru mencatatkan kenaikan.
Di sektor transportasi, PT KAI dan Kementerian Perhubungan sedang mengkaji rencana pengembangan jalur LRT hingga ke Baranangsiang, Bogor. Fokus kajian meliputi proyeksi jumlah penumpang dan pengembangan kawasan berbasis transit guna meningkatkan kapasitas layanan. Selain LRT, KAI juga mengeksplorasi penambahan jalur KRL lintas Bogor-Sukabumi untuk menampung volume penumpang yang tinggi dan meningkatkan efisiensi operasional.