Satgas PRR Targetkan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Rampung 1,5 Tahun

  • Ipank Wima
  • May 07, 2026

Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas bencana di Sumatera rampung dalam kurun waktu satu hingga satu setengah tahun ke depan. Proses pembangunan ini memerlukan waktu yang cukup panjang demi memastikan kualitas hunian yang layak dan permanen bagi masyarakat terdampak.

Advertisements

Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Amran, menjelaskan bahwa durasi pengerjaan ini telah disesuaikan dengan standar konstruksi bangunan permanen. “Kami menargetkan infrastruktur huntap bisa diselesaikan maksimal dalam satu setengah tahun. Durasi ini memang diperlukan karena kami harus menjamin kualitas tempat tinggal agar aman dan nyaman,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Amran menegaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara pembangunan huntap dengan hunian sementara (huntara). Jika huntara harus dibangun dalam waktu singkat untuk kebutuhan mendesak para pengungsi, pembangunan huntap mengikuti tahapan yang lebih kompleks untuk memastikan ketahanan bangunan. Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan seluruh pengungsi tertampung dengan baik di huntara sambil menunggu proses pemindahan ke huntap selesai sesuai dengan data yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Meskipun menuntut waktu yang tidak singkat, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pengerjaan di lapangan. “Kami berupaya agar huntap selesai secepat mungkin, namun kami tidak bisa memaksakan durasi yang terlalu singkat karena ada tahapan-tahapan krusial untuk menjaga kualitas hunian itu sendiri,” tambahnya.

Berdasarkan data hingga 4 Mei 2026, progres pembangunan huntap di tiga provinsi telah mencapai 4,2 persen dari total rencana 39.501 unit. Hingga saat ini, sebanyak 1.661 unit sedang dalam tahap pembangunan, sementara 248 unit lainnya telah rampung sepenuhnya.

Advertisements

Secara rinci, progres pembangunan di wilayah terdampak adalah sebagai berikut:

Di Aceh, dari total rencana 29.076 unit, sebanyak 802 unit sedang dalam proses pembangunan dan 104 unit telah selesai, dengan progres sebesar 2,8 persen.

Di Sumatera Utara, dari rencana 7.601 unit, progres pembangunan telah menyentuh angka 5,3 persen, di mana 407 unit sedang dikerjakan dan 120 unit telah rampung.

Di Sumatera Barat, dari rencana 2.824 unit, pembangunan telah mencapai 15,36 persen, dengan rincian 434 unit dalam proses pengerjaan dan 24 unit telah selesai dibangun.

Ringkasan

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) menargetkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera rampung dalam kurun waktu satu hingga satu setengah tahun. Durasi tersebut ditetapkan untuk memastikan kualitas konstruksi bangunan yang aman, nyaman, dan permanen bagi para penyintas. Saat ini, pemerintah memprioritaskan penempatan pengungsi di hunian sementara (huntara) sambil menyelesaikan proses pembangunan huntap sesuai standar yang berlaku.

Hingga 4 Mei 2026, sebanyak 248 unit huntap telah selesai dibangun dari total target 39.501 unit yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Progres pembangunan keseluruhan saat ini mencapai 4,2 persen, dengan 1.661 unit yang masih dalam tahap pengerjaan di lapangan. Pemerintah tetap berkomitmen mempercepat proses pembangunan tersebut tanpa mengabaikan tahapan teknis yang krusial bagi kualitas hunian.

Advertisements