Finance

Rupiah berpotensi menuju Rp 18.000 per dolar AS dalam jangka pendek, ini sentimennya

Balihow - JAKARTA. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan harga minyak mentah dunia, hingga tensi geopolitik global menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS (DXY) berada di level 99,23 pada Jumat (22/5/2026). Di saat yang sama, rupiah di pasar spot melemah ke posisi Rp...
  • Ipank Wima
  • May 25, 2026
Finance

Transaksi BI-FAST KB Bank tumbuh 40% hingga April 2026

Balihow – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatat pertumbuhan positif transaksi BI-FAST sepanjang empat bulan pertama 2026. Tren tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri yang masih solid di tengah meningkatnya adopsi layanan digital perbankan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume transaksi ritel BI-FAST mencapai 1,89 miliar transaksi hingga April 2026 atau tumbuh 35% secara tahunan (year on year/YoY). Baca Juga:...
  • Ipank Wima
  • May 25, 2026
Finance

KB Bank kaji penyesuaian bunga KPR floating usai BI rate naik 50 bps

Balihow - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) masih mengkaji penyesuaian suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Presiden Direktur KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, penyesuaian bunga kredit, khususnya untuk skema floating rate, akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas dan biaya dana atau cost of...
  • Ipank Wima
  • May 25, 2026
Finance

Kenaikan BI rate belum langsung dorong bunga kredit, bank pilih naikkan bertahap

Balihow – JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% diperkirakan belum akan langsung ditransmisikan penuh ke bunga kredit perbankan. Di tengah permintaan kredit yang masih lemah dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, perbankan cenderung memilih menaikkan bunga kredit secara bertahap dibanding langsung mengikuti kenaikan BI Rate. Baca Juga: BI Rate Naik 50 Bps Jadi...
  • Ipank Wima
  • May 24, 2026
Finance

Solusi Bangun Indonesia (SMCB) akan bagikan dividen tunai Rp 329,3 miliar

Balihow - JAKARTA. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), entitas anak PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 329,3 miliar atau 50% dari laba bersih sebesar Rp 658,7 miliar yang dibukukan pada tahun buku 2025. Pembagian dividen ini menjadi salah satu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada Jumat (22/5/2026). Keputusan tersebut mencerminkan komitmen SMCB...
  • Ipank Wima
  • May 24, 2026
Finance

Emiten poultry cetak kinerja solid di tengah tekanan rupiah dan pakan

Balihow - JAKARTA. Kinerja emiten sektor perunggasan menunjukkan pertumbuhan yang solid pada Kuartal I-2026. Sejumlah perusahaan besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit secara tahunan. CPIN membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7% year on year (YoY), JPFA naik 23,6% YoY, sedangkan MAIN tumbuh...
  • Ipank Wima
  • May 24, 2026
Finance

Saham lapis kedua berguguran di tengah gejolak pasar, bagaimana prospeknya?

Balihow - JAKARTA. Gejolak yang melanda pasar menjalar ke berbagai jenis saham, tak terkecuali saham lapis kedua (second liner) yang pada periode-periode sebelumnya kerap menjadi penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja IDX Small Mid Cap (SMC) Composite terkoreksi 20,21% year to date (ytd) ke level 401,560 hingga Jumat (22/5). Begitu pula dengan IDX SMC Liquid yang terperosok 14,65% ytd...
  • Ipank Wima
  • May 24, 2026
Finance

Harga emas tinggi tak jamin untung, emiten produsen emas hadapi tekanan

Balihow - JAKARTA. Emiten penambang emas mencatat kinerja yang beragam pada kuartal I - 2026. Volatilitas harga, risiko produksi hingga risiko kebijakan domestik menjadi sejumlah faktor yang menentukan kinerja sektor emas ke depan. Muhammad Thoriq Fadilla, Research Analyst Bumiputera Sekuritas mengatakan, tantangan utama sektor emas adalah volatilitas harga emas global. Walaupun harga emas masih tinggi, tekanan dari penguatan dolar AS,...
  • Ipank Wima
  • May 24, 2026